Minggu, 11 Oktober 2015


Psikologi & Teknologi Internet
Entertainment
Nama Kelompok : 
1.      Jessica Phoibe                         (15514649)
2.      Kelvin Rino Perdana               (15514805)
3.      Laras Puspitasari                     (15514985)
4.      Marlina Putri Utami                 (16514416)
5.      Marlinda Diah Nur’aini           (16514418)
6.      Mohammad Rizky                   (16514815)
7.      Muhammad Alverdo               (17514074)
8.      Muhammad Rizqy Karim        (17514530)
Kelas :
2PA19          
                            

Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma
 PTA 2015/2016

ENTERTAINMENT
Pengertian Entertainment
Entertainment adalah segala sesuatu baik yang berbentuk kata-kata, tempat, benda maupun perilaku yang dapat menjadi penghibur. Hiburan bersifat subjektif, bergantung pada penikmatnya. Apabila subjek tersebut merasa terhibur terhadap sesuatu hal, maka hal itu dapat dikatakan suatu hiburan.
Berdasarkan pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa hiburan mencakup banyak hal, diantaranya musik, film, opera, permainan, olahraga, dan lain sebagainya. Berwisata juga dapat dikatakan sebagai upaya hiburan dengan menjelajahi alam ataupun mempelajari budaya.
Sejarah Hiburan
Tidak diragukan lagi awalnya berbicara dari mulut ke telinga dan kekuatan mereka sebagai hiburan yang berasal dari unsur-unsur yang sama kita hari ini menikmati film dan novel. Banyak hiburan, termasuk mendongeng tetapi terutama musik dan drama, tetap akrab tapi telah berkembang menjadi berbagai bentuk sesuai rentang yang sangat luas dari preferensi pribadi dan ekspresi budaya. Pertempuran gladiator, juga dikenal sebagai "gladiator game", populer pada zaman Romawi, memberikan contoh yang baik dari suatu kegiatan yang merupakan kombinasi dari olahraga, hukuman, dan hiburan. Hiburan juga berkembang menjadi berbagai bentuk dan ekspresi sebagai akibat dari gejolak sosial seperti perang dan revolusi. Hiburan sopan juga menunjukkan hubungan yang kompleks antara entertainer dan penonton: individu dapat berupa artis atau bagian dari penonton, atau mereka mungkin menukar peran bahkan selama satu hiburan.

Dampak Psikologis Dalam Dunia Hiburan
Hiburan atau entertainment didefinisikan oleh Schrum (2004) dalam bukunya The Psychology of entertainment:  concepts & application sebagai suatu aktivitas yang dirancang untuk memberi kesenangan dan relaksasi kepada orang lain, dimana audience bersifat pasif (one way communication). Dengan demikian, segala sesuatu yang bersifat menyenangkan dan membuat rileks secara subyektif termasuk sebagai hiburan/ entertainment. Seperti membaca, melakukan hobi, atau apapun yang menyenangkan kita bisa disebut sebagai hiburan. Itu kalau mengacu pada definisi tersebut. Namun demikian utk psikologi komunikasi massa maka kita akan fokuskan pada entertainment by media.
Lalu apakah dampak Psikologis dalam dunia hiburan?
Beberapa dampak psikologis bagi komunikator/ pemeran dalam hiburan by media ialah:
1. Unconsciousness (penghayatan peran fiksi)
2. Ambigiousness personality (bagi peran fiksi)
3. Social conflict (reality show dan peran fiksi) –> protagonis & antagonis
4. Building images
Sedangkan dampak psikologis bagi audience: Persepsi, memory, judgment, modelling, internalisasi, perilaku konsumtif.
Manakala tugas seorang psikolog dunia hiburan ialah (Schrum, 2004):
1. creator the building images
2. educator
3. counselor
4. researcher

Media Yang Digunakan Dalam Dunia Entertaiment, yaitu:
1.      Televisi
Dalam definisi lain televisi adalah sebuah media telekomunikasi terkenal yang berfungsi sebagai penerima siaran gambar bergerak beserta suara, baik itu yang monokrom (hitam-putih) maupun berwarna. Kata "televisi" merupakan gabungan dari kata tele (τῆλε, "jauh") dari bahasa Yunani dan visio ("penglihatan") dari bahasa Latin, sehingga televisi dapat diartikan sebagai “alat komunikasi jarak jauh yang menggunakan media visual/penglihatan.”
Secara garis besar, program TV dibagi menjadi program berita dan program non-berita. Jenis program televisi dapat dibedakan berdasarkan bentuk jadi (format) teknis atau berdasarkan isi.
ü  Berdasarkan bentuk jadi teknis merupakan bentuk jadi umum yang menjadi acuan terhadap bentuk program televisi seperti gelar wicara (talk show), dokumenter, film, kuis, musik, instruksional, dll.
ü  Berdasarkan isi, program televisi berbentuk berita dapat dibedakan antara lain berupa program hiburan, drama, olahraga, dan agama. Sedangkan untuk program televisi berbentuk berita secara garis besar digolongkan ke dalam warta penting (hard news) atau berita-berita mengenai peristiwa penting yang baru saja terjadi dan warta ringan (soft news) yang mengangkat berita bersifat ringan.

2.      Radio
Masih banyak penikmat setia radio yang selalu menikmati hiburan dan informasi melalui fasilitas radio yang saat ini dikemas dalam berbagai produk teknologi, misalnya pada radio mobil atau bahkan pada radio yang terdapat pada ponsel. Namun perlu diakui bahwa radio jualah yang dapat menyentuh semua kalangan, baik di desa maupun di kota.
3.      Media Cetak
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk membuat “diet media” bagi anak berhasil, beberapa hal tersebut adalah kesadaran orang tua sebagai panutan bagi anak, pengaturan jadwal harian anak dan menyediakan kegiatan atau hiburan alternatif yang lebih mendidik dan sehat.
4.      Media Online
Media online adalah sebutan umum untuk sebuah bentuk media yang berbasis telekomunikasi dan multimedia (komputer dan internet). Didalamnya terdapat portal, website (situs web), radio-online, TV-online, pers online, mail-online, dll, dengan karakteristik masing-masing sesuai dengan fasilitas yang memungkinkan user memanfaatkannya. Berikut ini Kelebihan dan Kekurangan Media Online yang sekarang sering kita gunakan.
1)      Kelebihan Media Online
a.       Sangat cepat, dari segi waktu media online sangat cepat dalam menyampaikan beritanya.
b.      Audio Visual, media online juga mempunyai audio visual dengan melakukan streaming
c.       Praktis dan Fleksibel, media online dapat diakses dari mana saja dan kapan saja yang kita mau.
2)      Kekurangan Media Online
a.       Tidak selalu tepat, karena mengutamakan kecepatan berita yang dimuat di media online biasanya tidak seakurat media lainnya.
b.      Bisa menimbulkan hal negatif jika tidak pintar-pintar menyikapi informasinya

Contoh-Contoh Entertaiment Di Beberapa Negara:
1) Korea                                                   2) Indonesia
Yg entertaiment                                         Md entertaiment
Jyp entertaiment                                        Sony music entertaiment
Sm entertaiment                                                    E-motion entertaiment
                     
3) English                                                 4) Amerika
Edge entertaiment                                      Corbis entertaiment
Alive network entertaiment                       Corporate entertaiment
Act sharp entertaiment                              WME entertaiment

5) Japan
Weta Entertaiment
Watanabe production entaiment
Defstar entertaiment

Manfaat Entertainment Dikehidupan Sehari-Hari.
A.    BIDANG MUSIK
1.      Musik membuatmu jauh lebih bersemangat.
Dengan kamu mendengarkan musik favoritmu, otak kamu bisa melepaskan hormon dopamine yang membuatmu menjadi bahagia dan bersemangat. jangan mendengarkan lagu sedih! Kenapa tidak disarankan lagu sedih atau bertempo lambat? Karena ini akan membuatmu jadi lebih malas untuk melakukan aktifitas.
2.      Musik juga bisa jadi obat mujarab untuk mencegah terjadinya penyakit Alzheimer.
Apa itu penyakit Alzheimer? adalah penyakit dimensia yang sering ditandai dengan melemahnya daya kerja otak kita. Apa hubungannya dengan musik? Musik mampu menjaga fungsi otak kita, bahkan saat kita mendengarkan musik, musik mampu membuat sel-sel saraf pada otak kita bisa bekerja.  
3.      Membantu pencernaan terutama untuk bayi.
Dan manfaat yang paling unik adalah musik mampu membantu melancarkan pencernaan pada anak. Saat anak mendengarkan musik, bayi jadi lebih rileks dan saat bayi sedang rileks pencernaan bisa berjalan dengan lebih baik, bahkan mampu meningkatkan metabolisme tubuh pada bayi tersebut.
4.      Pereda stres.
Musik mampu meredakan strees, mungkin dari kalian pernah mengalami strees berat dan bingung cara mengatasinya, mulai sekarang coba mendengarkan musik atau bahkan jika kalian bisa bermain alat musik atau bernyanyi jauh lebih bagus lagi. Saat kita sedang melakukan aktivitas bermusik, kita mampu melampiaskan strees yang kita alami, dan bisa membuat kita kembali ke mood yang lebih baik lagi.

B.     BIDANG PERFILMAN
1.      Meningkatkan daya imajinasi
Daya imajinasi sangat penting dimiliki seorang manusia, bukan hanya untuk anak-anak, imajinasi juga perlu dimiliki seorang manusia dewasa. Tanpa imajinasi, tak akan pernah tercipta pesawat, telfon genggam, bahkan internet. film-film yang mengoptimalkan imajinasi akan menmpengaruhi sistem imanginer penontonya. Sebagai contoh film imajinasi adalah Star wars, Transformers, atau The Lord of the Rings.
2.      Mengenalkan kita kepada budaya asing
Bukan hanya budaya modern yang kita dapat dari film, tapi juga culture budaya dari berbagai negara yang ikut ditampilkan atau menjadi tema dalam sebuah film. Seperti pola kehidupan suatu masyarakat di suatu kota dan tahun tertentu, gaya berpakaian, cara berbicara, dan seni yang menjadi identitas suatu kota/negara. contoh dalam film The Merchant of Venice.

3.      Melatih daya tangkap anak
Untuk hal ini lebih tepatnya untuk film kartun/ seorang anak yang menonton film kartun diharapkan bisa mengerti jalan cerita yang film tersebut tampilkan. Warna-warna cerah dalam kartun ditambah musik yang mendukung akan merangsang sistem neurotik otak anak.
4.      Belajar sejarah
Dalam pembelajaran sejarah akan lebih mudah jika ditampilkan secara visual. Banyak sekali film-film dibuat berdasarkan kejadian sesungguhnya yang kemudian menjadi sebuah epik. bukan hanya sejarah kejadian terntentu, tetapi juga sejarah suatu bangsa, biography seseorang, atau sejarah suatu subjek.sebagai contoh adalah film Alexandria, Abraham Lincoln, King Arthur, The Pianist.

Sumber :

Selasa, 11 Agustus 2015

Makalah Observasi

Makalah Kreativitas dalam Pembuatan Bentuk dari Kertas Origami pada Anak Usia 4-6 Tahun (TK)

Kreativitas dalam Pembuatan Bentuk
dari Kertas Origami pada Anak
Usia 4-6 Tahun (TK)
untitled-1
Anggota :
Ayu Wijayanti Sumirat (11514896)
Muhammad Alverdo (17514074)
Tami Apriliani (1A514652)
Utiya Rizkha Inasha Ulya (1A514960)
Kelas 1PA07



Fakultas Psikologi
Universitas Gunadarma
ATA 2014-2015


Kata Pengantar
Puji syukur kami hadiahkan atas rahmat dan berkah Tuhan Yang Maha Kuasa.  Yang mana dengan kemudahan dan karunia-Nya lah kami dapat menyelesaikan tugas laporan observasi langsung ke TK kenanga, dan berkatnya pula kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan lancar.
Maksud pembuatan makalah ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas yang diwajibkan oleh Dosen Kreativitas dan Keberbakatan kepada kami. Dalam menyelesaikan makalah ini, kami melakukan observasi dalam pencarian data dan bekerja sama. Agar makalah ini dapat selesai tepat pada waktunya. Kami menyadari bahwa penulisan makalah kami masih sangat jauh dari sempurna. Oleh karena itu, kritik, saran dan masukan yang membangun sangat diharapkan untuk menyempurnaanya kelak.
Kami selaku penyusun sadar akan ketidaksempurnaan dan kekurangan dalam makalah ini baik dalam hal sistem penyusunan maupun hasil observasinya. Oleh sebab itu kami sangat berharap atas kritik dan saran yang membangun guna mengembangkan pengetahuan kita bersama dan penunjang lebih baik lagi untuk laporan observasi selanjutnya.
Tim Penulis

















Daftar Isi
Cover
Kata Pengantar………………………………………………………………………………………………………..i
Daftar Isi……………………………………………………………………………………………………………….. ii
BAB I PENDAHULUAN………………………………………………………………………………………… 1
  1. Latar Belakang…………………………………………………………………………………………………… 1
  2. Rumusan Masalah………………………………………………………………………………………………. 2
  3. Tujuan Penulisan Makalah…………………………………………………………………………………… 2
BAB II DASAR TEORI…………………………………………………………………………………………..            3
  1. Pengertian Kreativitas…………………………………………………………………………………………. 3
  2. Ciri-ciri Kreativitas…………………………………………………………………………………………….. 4
  3. Faktor-faktor dalam Kreativitas……………………………………………………………………………. 5
  4. Pengertian Origami…………………………………………………………………………………………….. 10
  5. Manfaat Belajar Origami……………………………………………………………………………………… 11
BAB III METODE PENELITIAN…………………………………………………………………………….           13
BAB IV HASIL PENELITIAN…………………………………………………………………………………           14
  1. Hasil Penelitian………………………………………………………………………………………………….. 14
  2. Lampiran Foto Kegiatan……………………………………………………………………………………… 16
BAB V PENUTUP………………………………………………………………………………………………….            18
  1. ………………………………………………………………………………………………………. 18
Daftar Pustaka…………………………………………………………………………………………………………            19
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Origami (折り紙), dari ori yang berarti “lipat”, dan kami yang berarti “kertas” merupakan seni tradisional melipat kertas yang berkembang menjadi suatu bentuk kesenian yang modern. Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.
Secara umum untuk membuat origami kita bisa menggunakan kertas biasa namun kebanyakan origami di Jepang menggunakan kertas khusus untuk origami. Perbedaan antara kertas biasa dan kertas origami hanyalah dari segi design dan warna saja yang sangat beragam sehingga membuat origami menjadi semakin indah.
Origami pun menjadi populer dikalangan orang Jepang dan bahkan sampai ke tanah air. Di Indonesia sendiri origami bukanlah hal yang baru lagi. Hampir di setiap TK mengajarkan teknik melipat kertas kepada anak didiknya. Dan origami ini menjadi salah satu pelajaran kreativitas yang menyenangkan bagi anak-anak.
Kreativitas merupakan aspek yang penting bagi setiap anak,tidak terkecuali bagi anak TK. Tinggi rendahnya kreativitas yang dimiliki anak baik disekolah maupun dirumah akan dapat berpengaruh terhadap prestasi belajarnya, kreativitas yang dimiliki anak masih harus dikembangkan lagi dan difasilitasi dengan berbagai sarana dan prasarana. Salah satunya yang dapat mengembangkan kreativitas anak adalah seni melipat kertas (origami).
Kurangnya kreativitas anak khususnya dalam keterampilan seni melipat kertas (origami) banyak dipengaruhi oleh faktor,kemungkinan bersumber dari anak itu sendiri,sarana prasarana,lingkungan yang kurang mendukung,kemungkinan bersumber dari guru sendiri yang kurang atau belum profesional dalam menerapkan berbagai keterampilan dasar mengajar,baik keterampilan menggunakan variasi gaya mengajar.
Dalam kesempatan ini, kami Mahasiswa/Mahasiswi fakultas Psikologi melakukan observasi/pengamatan secara langsung TK Kenanga untuk mengetahui seberapa banyak anak-anak TK yang mampu  dan tidak mampu dalam melipat kertas origami. Dilatar belakangi masalah tersebut juga kami akhirnya memutuskan untuk membuat makalah ini
  1. Rumusan Masalah
  2. Bagaimana kreativitas anak TK dalam melipat kertas origami?
  3. Berapa banyak anak-anak yang mampu melipat Origami?
  • Mengapa ada beberapa anak yang tidak dapat melipat Origami?
  1. Tujuan Penulisan Makalah
  2. Mengetahui sebab akibat mengapa ada anak yang tidak bisa melipat Origami serta antusiasme anak-anak TK dalam melipat kertas Origami.

BAB II
DASAR TEORI
1.Pengertian Kreatifitas
Secara alamiah perkembangan anak berbeda-beda, baik dalam bakat, minat, jasmani, kematangan emosi, kepribadian, keadaan jasmani, dan sosialnya. Selain itu, setiap anak memiliki kemampuan tak terbatas dalam belajar, untuk dapat berfikir kereatif dan produktif.
Dalam KBBI, kreatif didefenisikan sebagai kemampuan untuk mencipta atau proses timbulnya ide baru. Pada intinya pengertian kreativitas adalah kemampuan seseorang untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, dan semuanya relatif berbeda dengan yang sudah ada sebelumnya.
Sebenarnya, ada banyak pengertian kreativitas, misalnya ada yang mengartikan kreativitas sebagai upaya melakukan aktivitas baru dan mengagumkan. Di lain pihak, ada yang menganggap bahwa kreativitas adalah menciptakan inovasi baru yang mencengangkan. Berikut ini adalah beberapa pendapat para ahli tentang kreativitas.
  1. Kreativitas adalah pengalaman mengekpresikan dan mengaktualisasikan identitas individu dalam bentuk terpadu dalam hubungan dengan diri sendiri, dengan alam, dan dengan orang lain. (Clark Moustatis)
  2. Kreativitas merupakan kemampuan untuk memberi gagasan baru yang menerapkannya dalam pemecahan masalah. (Conny R. Semiawan).
  3. Kreativitas adalah kecenderungan untuk mengaktualisasikan diri, mewujudkan potensi, dorongan untuk berkembang dan menjadi matang ,kecenderungan untuk mengekpresikan dan mengaktifkan semua kemampuan organisme (Rogers).
  4. Kreativitas  adalah kegiatan yang mendatangkan hasil yang sifatnya:
  5. Baru (novel): inovatif, belum ada sebelumnya, segar, menarik, aneh, mengejutkan.
  6. Berguna (useful): lebih enak , lebih praktis, mempermudah, memperlancar, mendo-rong, mengembangkan, memdidik, memecahkan masalah, mengurangi hambatan, mengatasi kesulitan, mendatangkan hasil lebih baik/ banyak.
  7. Dapat dimengerti (understandable): hasil yang sama dapat dimengerti dan dapat dibuat di lain waktu. (David Cambell)
Dari beberapa uraian definisi di atas dapat dikemukakan bahwa kreativitas pada intinya merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk cirri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.
Pengertian kreativitas menunjukkan ada tiga tekanan kemampuan yaitu yang berkaitan dengan kemampuan untuk mengkombinasikan, memecahkan/ menjawab masalah, dan cerminan kemampuan operasional anak kreatif (Utami Munandar: 1992)
 2. Ciri-ciri Kreativitas
Biasanya anak yang kreatif selalu ingin tahu, memiliki minat yang luas, dan menyukai kegemaran dan aktivitas yang kreatif. Anak dan remaja kreatif biasanya cukup mandiri dan memiliki rasa percaya diri. Mereka lebih berani mengambil resiko (tetapi dengan perhitungan) dari pada anak-anak pada umumnya. Artinya dalam melakukan sesuatu yang bagi mereka amat berarti, penting dan disukai, mereka tidak terlalu menghiraukan kritik atau ejekan dari orang lain. Merekapun tidak takut untuk membuat kesalahan dan mengemukakan pendapat mereka walaupun mungkin tidak disetujui oleh orang lain.
Orang yang inovatif berani untuk berbeda, menonjol, membuat kejutan, atau menyimpang dari tradisi. Rasa percaya diri, keuletan dan ketekunan membuat mereka tidak cepat putus asa dalam  mencapai tujuan mereka.
Dalam kaitannya dengan kreativitas pada anak usia dini, Ihat Hatimah seperti dikutip oleh Ahmad Susanto mengemukakan beberapa bentuk kretivitas pada anak usia dini, yaitu :
  1. Gagasan/berpikir kreatif, yang meliputi :
  2. Berfikir luwes;
  3. Berfikir orisinal;
  4. Berpikir terperinci;
  5. Berpikir menghubungkan.
  6. Aspek sikap, yang meliputi :
  7. Rasa ingin tahu;
  8. Ketersediaan untuk menjawab;
  9. Keterbukaan;
  10. Percaya diri;
  11. Berani mengambil resiko.
3. Faktor-faktor dalam Kreativitas Anak
Setiap individu sebenarnya memiliki potensi untuk kreatif, dengan berbagai macam bentuknya. Namun untuk lebih mengoptimalkan dan mengembangkan kreativitas lebih lanjut, maka diperlukan peran lingkungan  untuk merangsang dan lebih mengembangkan kreativitas yang sudah ada. Lingkungan (dalam hal ini orang tua dan guru di sekolah) berperan penting untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi-potensi kreatif pada anak. Namun sebaliknya tanpa disadari orang tua dan guru juga dapat berperan sebagai penghambat dalam kreativitas anak.
Berikut ini adalah faktor pendukung dan penghambat dalam pengembangan kreativitas anak.
  1. Faktor Pendukung Kreativitas
Munandar (2004) memaparkan bahwa dari berbagai penelitian diperoleh hasil bahwa sikap orang tua yang memupuk kreativitas anak antara lain:
  1. Menghargai pendapat anak dan mendorongnya untuk mengungkapkannya.
  2. Memberi waktu kepada anak untuk berpikir, merenung, dan berkhayal.
  3. Membiarkan anak mengambil keputusan sendiri.
  4. Mendorong kemelitan anak untuk menjajaki dan mempertanyakan banyak hal.
  5. Meyakinkan anak bahwa orang tua menghargai apa yang ingin dicoba dilakukan dan apa yang dihasilkan.
  6. Menunjang dan mendorong kegiatan anak.
  7. Menikmati keberadaannya bersama anak.
  8. Memberi pujian yang sungguh-sungguh kepada anak.
  9. Mendorong kemandirian anak dalam bekerja.
Melatih hubungan kerja sama yang baik dengan anak. Bila hasil penelitian lapangan digabungkan dengan penelitian laboratorium mengenai kreativitas dan dengan teori-teori psikologis maka diperoleh petunjuk bagaimana sikap orang tua secara langsung mempengaruhi kreativitas anak mereka. Beberapa faktor yang menentukan tersebut antara lain:
Orang tua yang memberikan kebebasan kepada anak, tidak otoriter, tidak selalu mau mengawasi anak, tidak terlalu membatasi kegiatan anak, dan tidak terlalu cemas mengenai anak mereka cenderung mempunyai anak yang kreatif.
Orang tua yang menghormati anak sebagai individu, percaya akan kemampuan mereka, dan menghargai keunikan anak biasanya memiliki anak yang kreatif. Anak-anak ini secara alamiah mengembangkan kepercayaan diri untuk berani melakukan sesuatu yang orisinal.
  1. Kedekatan Emosional yang Sedang.
Kreativitas anak dapat terhambat oleh suasana emosional yang mencerminkan rasa permusuhan atau penolakan namun keterikatan emosional yang berlebih juga tidak menunjang pengembangan kreativitas. Anak perlu merasa bahwa ia diterima dan disayangi tetapi seyogianya tidak menjadi terlalu tergantung kepada orangtua.
  1. Prestasi, Bukan Angka.
Orang tua anak kreatif mendorong anak untuk berusaha dan menghasilkan karya yang baik namun tidak terlalu menekankan untuk mencapai angka atau peringkat tertinggi.
  1. Orang tua Aktif dan Mandiri.
Bagaimana sikap orang tua terhadap diri sendiri amat penting karena mereka menjadi model utama bagi anak. Orang tua anak yang kreatif merasa aman dan yakin tentang diri sendiri, tidak memperdulikan status sosial, dan tidak terlalu terpengaruh oleh tuntutan sosial. Mereka juga amat kompeten dan mempunyai minat, baik di dalam maupun di luar rumah.
  1. Menghargai Kreativitas.
Anak yang kreatif memperoleh banyak dorongan dari orang tua untuk melakukan hal-hal yang kreatif.
Torrance mengemukakan tentang lima bentuk interaksi guru dan siswa di kelas yang dianggap mampu mengembangkan kecakapan kreatif siswa, yaitu:
  1. Menghormati pertanyaan yang tidak biasa;
  2. Menghormati gagasan yang tidak biasa serta imajinatif dari siswa;
  3. Memberi kesempatan kepada siswa untuk belajar atas prakarsa sendiri;
  4. Memberi penghargaan kepada siswa;
  5. Meluangkan waktu bagi siswa untuk belajar dan bersibuk diri tanpa suasana penilaian.
Dari uraian di atas dapat kita pahami bahwa kreativitas anak akan berkembang jika orang tua dan guru selalu bersikap otoritatif (demokratik), yaitu mau mendengarkan omongan anak, menghargai pendapat anak, mendorong anak untuk berani mengungkapkan pendapatnya. Jangan memotong pembicaraan anak ketika ia ingin mengungkapkan pikirannya. Jangan memaksakan pada anak bahwa pendapat orangtua/guru paling benar, atau melecehkan pendapat anak. Selain itu orang tua dan guru harus mendorong kemandirian anak dalam melakukan sesuatu, menghargai usaha-usaha yang telah dilakukannya, memberikan pujian untuk hasil yang telah dicapainya walau sekecil apapun. Cara-cara ini merupakan salah satu unsur penting pengembangan kreativitas anak.
Untuk mengembangkan kreativitas anak, orang tua dan guru harus merangsang anak untuk tertarik mengamati dan mempertanyakan tentang berbagai benda atau kejadian di sekelilingnya, yang mereka dengar, lihat, rasakan atau mereka pikirkan dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua dan guru janganlah menolak, melarang atau menghentikan rasa ingin tahu anak, asalkan tidak membahayakan dirinya atau orang lain. Orang tua dan guru harus mendorong anak untuk berani mencoba mengemukakan pendapat, gagasan, melakukan sesuatu atau mengambil keputusan sendiri. Biarkan mereka bermain, menggambar, membuat bentuk-bentuk atau warna-warna dengan cara yang tidak lazim, tidak logis, tidak realistis atau belum pernah ada. Jangan mengancam atau menghukum anak kalau pendapat atau perbuatannya dianggap salah oleh orangtua/guru. Tanyakan mengapa mereka berpendapat atau berbuat demikian, beri kesempatan untuk mengemukan alasan-alasan. Berikanlah contoh-contoh, ajaklah berpikir, jangan didikte atau dipaksa, biarkan mereka yang memperbaikinya dengan caranya sendiri. Dengan demikian tidak mematikan keberanian mereka untuk mengemukakan pikiran, gagasan, pendapat atau melakukan sesuatu.
  1. Faktor Penghambat Kreativitas
Dalam kehidupan sehari-hari banyak kita dapati perlakuan dan tindakan anak dengan berbagai polah dan tingkah laku. Sehingga ekspresi kreativitas anak kerap menimbulkan efek kurang berkenan bagi orang tua. Padahal tiap anak memiliki ekspresi kreativitas yang berbeda, ada yang terlihat suka mencoret-coret, beraktivitas gerak, berceloteh, melakukan eksperimen, dan sebagainya. Penyikapan orang tua seperti itu berarti merupakan salah satu contoh dari sekian banyak faktor yang menghambat kreativitas seorang anak.
Amabile (Munandar, 2004) mengemukakan empat cara yang dapat mematikan kreativitas yaitu:
  1. Evaluasi,
  2. Hadiah,
  3. Persaingan/kompetisi antara anak,
  4. Lingkungan yang membatasi.
Sementara itu menurut Torrance (2001) yang dapat mematikan kreativitas diantaranya:
  1. Usaha terlalu dini untuk mengeliminasi fantasi,
  2. Pembatasan terhadap rasa ingin tahu anak,
  3. Terlalu menekankan peran berdasarkan perbedaan seksual,
  4. Terlalu banyak melarang,
  5. Takut dan malu,
  6. Penekanan yang salah kaprah terhadap keterampilan verbal tertentu,
  7. Memberikan kritik yang bersifat destruktif.
Adapun sikap orang tua yang tidak menunjang pengembangan kreativitas anak (Munandar, 2004) adalah:
  1. Mengatakan kepada anak bahwa ia dihukum jika berbuat salah.
  2. Tidak membolehkan anak menjadi marah terhadap orang tua.
  3. Tidak membolehkan anak mempertanyakan keputusan orang tua.
  4. Tidak membolehkan anak bermain dengan anak dari keluarga yang mempunyai pandangan dan nilai yang berbeda dari keluarga anak.
  5. Anak tidak boleh berisik.
  6. Orang tua ketat mengawasi kegiatan anak.
  7. Orang tua memberi saran-saran spesifik tentang penyelesaian tugas.
  8. Orang tua kritis terhadap anak dan menolak gagasan anak.
  9. Orang tua tidak sabar dengan anak.
  10. Orang tua dan anak adu kekuasaan.
  11. Orang tua menekan dan memaksa anak untuk menyelesaikan tugas.
Adapun bentuk-bentuk peran lingkungan dalam membentuk kreativitas individu menurut Mayang Sari (2009) adalah:
  1. Menghargai pendapat anak dan mendorong untuk mengungkapkannya.
  2. Memberikan waktu kepada anak untuk berfikir, merenung dan berhayal.
  3. Memperbolehkan anak mengambil keputusan sendiri.
  4. Dengan anak mengambil keputusannya sendiri, maka anak akan bertanggung jawab untuk mengambil keputusannya sendiri.
  5. Mendorong keingintahuan anak untuk mengetahui banyak hal.
  6. Orang tua atau guru menfasilitasi keingintahuan anak dengan memberikan informasi yang layak.
  7. Bisa dilakukan dengan memberikan buku-buku untuk dibacakan pada anak, atau dengan mengajak anak untuk mengunjungi objek yang ingin diketahuinya.
  8. Meyakinkan anak bahwa orang tua atau guru menghargai apa yang ingin dicoba lakukan anak dan hasil akhirnya. Ini bisa dilakukan dengan memberikan anak kesempatan untuk melakukan eksperimennya dari setiap pengetahuannya.
  9. Menunjang dan mendorong kegiatan kreatif anak. Artinya orang tua atau guru memberikan fasilitas yang mendukung, membimbing, anak dalam eksperimentasinya, atau mengasuh bakat anak dengan dengan berbagai kegiatan positif, misalnya lomba, kursus, atau pelatihan.
  10. Menikmati keberadaanya bersama anak.
  11. Orang tua atau guru senang bersama anak dan mampu menjalin komunikasi secara terbuka, hangat dan empatis terhadap anak.
  12. Memberi pujian yang sungguh-sungguh dan tepat sasaran pada anak. Pujian harus diberikan ketika anak berhasil melakukan proses kreatifnya. Pujian hendaknya diberikan tidak berdasarkan hasil tetapi lebih pada proses. Maksudnya orang tua atau guru harus memuji kerja keras, ketekunan, dan semangat anak dalam proses kreatifnya, walaupun hasilnya belum begitu memuaskan.
  13. Mendorong kemandirian anak dalam bekerja, orang tua atau guru hendaknya jangan terlalu ikut campur dan terlalu mengarahkan anak.
  14. Biarkan anak mengembangkan dan menerapkan ide-idenya tersebut.
  15. Anak didorong untuk menemukan solusi pada setiap permasalahan yang dihadapinya. Hal ini akan membuat anak menjadi lebih bertanggung jawab, mandiri terhadap kehidupannya.
  16. Menjalin hubungan kerja sama yang baik dengan anak, artinya orang tua atau guru mau membantu anak ketika anak mengalami sebuah kesulitan. Dalam hal ini bukan berarti membantu secara penuh terhadap setiap permasalahan yang dihadapi anak, namun disini orang tua atau guru hanya boleh mengarahkan dan tetap mendukung setiap keputusan yang diambil oleh anak.
4. Pengertian Origami
Origami (折り紙), dari ori yang berarti “lipat”, dan kami yang berarti “kertas” merupakan seni tradisional melipat kertas yang berkembang menjadi suatu bentuk kesenian yang modern. Origami adalah sebuah seni lipat yang berasal dari Jepang. Bahan yang digunakan adalah kertas atau kain yang biasanya berbentuk persegi. Sebuah hasil origami merupakan suatu hasil kerja tangan yang sangat teliti dan halus pada pandangan.
Origami merupakan satu kesenian melipat kertas yang dipercayai bermula semenjak kertas mula diperkenalkan pada abad pertama di Tiongkok pada tahun 105 oleh seorang Tiongkok dikasi yang bernama Ts’ai Lun. Pembuatan kertas dari potongan kecil tumbuhan dan kain berkualitas rendah meningkatkan produksi kertas. Contoh-contoh awal origami yang berasal daripada Republik Rakyat Tiongkok adalah tongkang Tiongkok dan kotak.
Pada abad ke-6, cara pembuatan kertas kemudian dibawa ke Spanyol oleh orang-orang Arab. Pada tahun 610 di masa pemerintahan kaisar wanita Suiko (zaman Asuka), seorang biksu Buddha bernama Donchō (Dokyo) yang berasal dari Goguryeo (semenanjung Korea) datang ke Jepang memperkenalkan cara pembuatan kertas dan tinta. Kemudian seni ini berkembang mula-mula pada zaman Muromachi (1333-1568) dan kemudian pada zaman Edo (1603–1868). Karena harganya yang sangat mahal pada masa itu, penggunaannya terbatas hanya pada kegiatan-kegiatan seremonial seperti untuk Noshi.
Di Jepang, Origami dipercaya telah ada sejak Zaman Heian (741-1191) di kalangan kaum sami Shinto sebagai penutup botol sake (arak beras) saat upacara penyembahan, wanita dan kanak-kanak. Pada masa itu origami masih dikenal dengan istilah orikata, orisui ataupun orimono.
Dalam perkembangannya origami telah menjadi begitu identik dengan budaya Jepang, yang diwariskan secara turun-temurun dari masa ke masa. Origami terutama berkembang dengan menggunakan kertas asli Jepang yang disebut Washi. Saat ini origami telah menjadi sesuatu yang tak terpisahkan dari budaya orang Jepang. Terutama dalam dalam upacara adat keugamaan Shinto yang tetap dipertahankan hingga sekarang.
Dalam tradisi shinto, kertas segi empat dipotong dan dilipat menjadi lambang simbolik Dewata dan digantung di Kotai Jingu (Kuil Agung Imperial) di Ise sebagai sembahan. Pada upacara perkawinan Shinto, kertas membentuk rama-rama jantan (o-cho) dan rama rama betina (me-cho) menggunakan asas bom air “water bom”, membalut botol sake (arak beras) sebagai lambang pengantin lelaki dan perempuan. Selain itu Origami juga digunakan untuk upacara keagamaan yang lain. Pada mulaannya Origami hanya diajarkan secara lisan. Panduan tertulis membuat origami dikenal ada dalam buku Senbazuru Orikata (Bagaimana Melipat Seribu Burung Jenjang/Orizuru) pada 1797. Ketika itu origami masih dikenali sebagai “Orikata”.
Pada tahun 1880 seni melipat kertas mulai dikenal orang-orang dengan nama “Origami”. Kata itu berasal dari bahasa Jepang oru (melipat) dan kami (kertas). Kata origami kemudian mulai menggantikan istilah orikata, orisui ataupun orimono. Pada zaman Showa (1926-1989) origami kurang diminati dan hanya noshi yang masih populer digunakan untuk pertukaran hadiah antara samurai.
Pada zaman Edo (1600-1868) produksi kertas yang berlimpah menjadikan kertas mudah diperoleh. Ini menjadikan origami berkembang lebih pesat. Pada akhir zaman Edo hampir 70 bentuk dihasilkan termasuk burung jenjang (Orizuru), katak, kapal dan balon yang masih tetap dikenal hingga sekarang. Pada era Genroku (1688-1704), corak kain origami burung jenjang (Orizuru), dan corak pelbagai bot menjadi populer dan sering dibuat dalam corak kain Ukiyoe. Ini memperlapang  jalan origami untuk berkembang lebih luas pada masa sekarang.
Pada zaman Meiji (1868-1912), origami digunakan sebagai alat mengajar di taman kanak-kanak dan sekolah dasar. Itu semua berkat pengaruh dari ahli pendidikan Friedrich Wilhelm August Fröbel (1782-1852). Beliau adalah seorang pendidik Jerman pada abad ke-19. Beliau menggunakan origami tradisional eropa untuk menghasilkan bentuk geometrik. Konsep ini kemudian dipakai secara meluas di Taman Kanak-kanak di Jepang.
Di Indonesia sendiri origami bisa dikatakan memiliki ruang khusus bagi penggemarnya. Sejak di Play Group hingga taman kanak-kanak (TK), pelajaran keterampilan melipat kertas sudah diajarkan, mulai dari melipat kertas menjadi kipas, bunga, sampai hewan. Tapi beranjak dewasa, seni keterampilan itu tidak lagi dipelajari di sekolah, lambat laun orang mulai melupakan seni lipat ini. Namun diluaran, seni melipat kertas justru berkembang pesat, bahkan menjadi nilai tersendiri yang bernilai seni.
5. Manfaat Belajar Origami
Manfaat Origami bagi perkembangan anak kecil dan dewasa. Origami biasanya hanya diajarkan di TK padahal manfaatnya juga masih bisa didapat oleh anak SD dan juga orang dewasa. Kegiatan Origami dengan kedua tangan membuat otak kanan dan otak kiri berinteraksi. Hal ini dapat meningkatkan kecerdasan verbal dan non-verbal. Untuk anak-anak yang lebih dewasa, kegiatan origami dapat meningkatkan imajinasi dan figurative thinking (Kemampuan mewujudkan impian jadi kenyataan).
Origami juga sangat bermanfaat bagi anak penderita ADHD (Attention Defisit Hyperactivity Disorder) dan anak-anak yang memiliki gangguan emosional karena origami menantang pikiran untuk membuat dan mengingat urutan. Sehingga origami juga membantu anak-anak untuk belajar fokus. Berikut ini manfaat-manfaat lainnya yang dapat diperoleh dari belajar origami, antara lain:
  1. Melatih motorik halus pada anak sekaligus sebagai sarana bermain yang aman, murah, menyenangkan dan kaya manfaat.
  2. Lewat origami anak belajar membuat mainannya sendiri, sehingga menciptakan kepuasan dibanding dengan mainan yang sudah jadi dan dibeli di toko mainan.
  3. Membentuk sesuatu dari origami perlu melewati tahapan dan proses tahapan ini tak pelak mengajari anak untuk tekun, sabar serta disiplin untuk mendapatkan bentuk yang diinginkan.
  4. Lewat origami anak juga diajarkan untuk menciptakan sesuatu, berkarya dan membentuk model sehingga membantu anak memperluas ladang imajinasi mereka dengan bentukan origami yang dihasilkan.
  5. Apa yang dirasakan anak-anak ketika berhasil menciptakan sesuatu dari tangan mungil mereka? Kebanggaan dan kepuasan sudah pasti. Terlebih lagi anak belajar menghargai dan mengapresiasi karya lewat origami.
  6. Belajar membaca diagram/gambar, berpikir matematis serta perbandingan (proporsi) lewat bentuk-bentuk yang dibuat melalui origami adalah salah satu keuntungan lain dari mempelajari origami.
BAB III
METODE PENELITIAN
Metode yang kami gunakan adalah dengan menggunakan metode penelitian kualitatif dan metode penelitian wawancara. Kami melakukan metode penelitian kualitatif dengan cara  mengamati 30 orang anak yang berada di TK Kenanga. Kami melakukan penelitian kepada para murid di TK Kenanga, ada berapa anak yang dapat melipat origami tanpa bantuan orang dewasa dan yang masih harus dengan arahan atau bantuan orang dewasa, mulai dari bentuk  yang sederhana sampai yang sulit, contohnya seperti: kupu-kupu dan ikan. Kemudian kami melakukan metode penelitian wawancara dengan mewawancari guru dari masing-masing kelas apakah anak-anak didiknya mampu membuat bentuk hewan dari kertas origami dan apakah murid-murid tersebut memiliki kendala dalam membuat bentuk dari kertas origami tersebut.
Kami mengunjungi kelas A dan B. Di kelas A berisi 15 murid. Kami meminta para siswa dan siswi untuk melipat origami menjadi bentuk ikan dalam waktu 15 menit. Hasilnya adalah semua murid berhasil menyelesaikan, tetapi sebagian murid mengalami kesulitan ketika melipat ekor ikan. Hasilnya pun masih belum sempurna, saat melipat murid masih dibantu oleh guru dan kami. Murid dikelas A belum bisa melipat dengan sendirinya, mereka masih harus dibimbing oleh orang dewasa.
Setelah mengunjungi kelas A kami beralih ke kelas B. Di kelas B berisi 15 murid. Berbeda dengan kelas A, dikelas B kami meminta para murid melipat kertas origami menjadi bentuk kupu-kupu. Kami mencontohkan cara membuat kupu-kupu memakai kertas origami di depan kelas, kami mencontohkannya hanya sekali. Sesudah itu sama dengan cara sebelumnya kami memberikan 15 menit untuk membuat kupu-kupu dari kertas origami. Hasil dari membuat dari kertas origami tersebut hanya 10 murid yang bisa membuat kupu-kupu dari kertas origami. 5 murid yang tidak berhasil menyelesaikan kupu-kupu dalam waktu 15 menit mengalami kesulitan, kesulitannya terletak saat murid membuka lipatan badan kupu-kupu, dan melipat bagian sayapnya. Di kelas B masih ada murid yang harus dibimbing tetapi ada juga murid yang bisa melipat sendiri.
BAB IV
Hasil Penelitian
  1. Hasil Penelitian
Setelah dilakukannya penelitian dengan melakukan percobaan penggunaan kertas origami pada murid Taman Kanak-kanak Kenanga yang terbagi menjadi dua kelas, yaitu kelas A dan B di dapatkan hasil sebagai berikut :
  1. Dinyatakan bahwa pada anak-anak kelas A cenderung kurang memahami dalam pembuatan bentuk-bentuk dari kertas origami. Hanya sebagian kecil yang dapat merespon cepat apa yang di instruksikan oleh guru. Dikarenakan adanya penggunaan dominan antara tangan kanan atau kiri. Pada sebagian anak yang menggunakan otak kiri mereka, biasanya tangan sebelah kanan yang lebih dominan dalam membuat/melakukan sesuatu. Sedangkan pada anak yang otaknya berfungsi secara simetris, menandakan bagian otak kanan lebih dominan, membuat bagian tangan kirinya lebih terampil. Sehingga Mereka masih banyak membutuhkan arahan dalam setiap langkah-langkah pembuatan bentuk ikan dari kertas origami.
  2. Kesulitan dalam pembuatan bentuk menggunakan kertas origami pada anak-anak kelas A, yaitu dalam pembuatan bentuk ikan dari kertas origami membutuhkan waktu yang lama. Mereka membutuhkan waktu lebih dari 2 menit dalam setiap perubahan bentuk. Hal ini dikarenakan, selama masa perkembangan anak usia dini, anak meningkat dalam hal perhatian dan kecepatan serta efisiensi pengolahan informasi, mereka mulai membentuk memori jangka panjang. Tetap saja, anak kecil tidak bisa mengingat sebaik mereka yang lebih tua. Untuk satu hal, anak kecil cenderung fokus pada detail-detail dan mudah juga untuk melupakan hal tersebut. Kecuali mereka mengulanginya beberapa kali.
  3. Pada anak-anak kelas A, cenderung lebih banyak berbicara, mengobrol dengan teman-temannya, sibuk dengan kegiatannya sendiri atau berlari-larian di dalam ruang kelas. Hal itu dikarenakan anak kelas A masih memiliki egosentrisme yang tinggi, mereka berfikiran bahwa dunia berpusat pada mereka, yang menyebabkan konsentrasi anak menjadi terbagi atau tidak fokus pada arahan guru sehingga lebih memilih hal yang menurut mereka lebih menarikdan menyebabkan konsentrasi anak menjadi terbagi atau tidak fokus pada arahan guru. Sehingga, peran guru dalam mengarahkan, membimbing, serta memotivasi anak-anak tersebut sangat penting. Dengan begitu, guru dapat mengidentifikasi kreativitas dan keberbakatan anak-anak tersebut, selain orang tua dan juga anak-anak tersebut dapat menyadari akan keberbakatan dan minat yang mereka miliki sehingga akan terarah.
  4. Dinyatakan bahwa pada anak-anak kelas B cenderung lebih cepat merespon apa yang diarahkan oleh gurunya. Dalam proses pembuatan bentuk-bentuk menggunakan kertas origami, mereka tidak terlalu mengalami kesulitan yang signifikan. Hanya sebagian kecil diantaranya yang mengalami kesulitan. Di karenakan, potensi atau kemampuan berfikir atau berimajinasi pada anak-anak kelas B sudah di atas rata-rata. Bisa dikatakan mereka jauh lebih mampu merespon cepat dibanding anak-anak kelas A. Namun, tidak menutup kemungkinan mereka juga masih memerlukan arahan dalam setiap langkah-langkah pembuatan bentuk dengan menggunakan kertas origami, khususnya bentuk kupu-kupu. Karena semakin sering mereka diberikan latihan atau diajarkan lebih banyak bentuk-bentuk, tingkat kreativitas serta bakat mereka bisa saja tersalurkan melalui media tersebut.
  5. Kesulitan dalam pembuatan bentuk menggunakan kertas origami pada anak-anak kelas B, yaitu dalam pembuatan bentuk kupu-kupu dari kertas origami membutuhkan waktu yang lumayan lama. Mereka membutuhkan waktu lebih dari setengah menit dalam setiap perubahan bentuk. Hal ini dikarenakan, kemampuan setiap anak berbeda yang satu dengan yang lainnya. Daya tangkap mereka cenderung masih belum bisa cepat memahami hanya dalam satu kali dicontohkan, harus diulang-ulang dan dilakukan pada pembelajaran selanjutnya. Lalu, karena tingkat kesulitan dalam pembuatan bentuk kupu-kupu dengan menggunakan kertas origami cukup tinggi. Namun, sebagian besar dari anak-anak tersebut bisa menyelasaikan dengan tepat dan rapih.
  6. Pada anak- anak kelas B, mereka lebih cepat menangkap informasi, lebih terampil, lebih kreatif dibanding anak-anak dari kelas A. Dalam proses belajar anak-anak kelas B jauh lebih tenang dan mereka bisa berkonsetrasi dengan apa yang sedang mereka kerjakan. Dilihat dari hasil bentuk kupu-kupu yang mereka buat, serta proses pewarnaan pada buku gambar menunjukkan bahwa mereka jauh lebih memiliki kreativitas yang lebih. Dengan begitu, guru dapat mengidentifikasi kreativitas dan keberbakatan anak-anak tersebut, selain orang tua dan juga anak-anak tersebut dapat menyadari akan keberbakatan dan minat yang mereka miliki sehingga akan lebih terarah.
Berikut hasil penelitian pembuatan bentuk dengan menggunakan kertas origami pada kelas A dan kelas B dalam bentuk diagram :
Untitled
  1. Lampiran Foto Kegiatan
 Untitled
(Kegiatan dengan siswa-siswi dari kelas A)
Untitled
(Kegiatan dengan siswa-siswi dari kelas B)
Untitled
(Salah satu murid dari kelas A)                             (Salah satu murid dari kelas B)
BAB V
Penutup
  1. Kesimpulan
            Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan peneliti tentang pemanfaatan kertas origami sebagai media pembelajaran dalam mengembangkan kreativitas anak usia 5-6 tahun di TK Kenanga, maka dapat diambil kesimpulan secara umum bahwa pemanfaatan kertas origami sebagai pembelajaran dalam pengembangan kreativitas anak TK Kenanga dari segi perencanaan dan pelaksanaan sudah sangat baik tetapi perkembangan kreativitas anak masih belum muncul, hal ini terlihat dari anak belum bisa mengembangkan dari contoh yang diberikan guru pada saat kegiatan melipat dan anak lebih terfokus pada contoh yang diberikan guru.
Setiap individu sebenarnya memiliki potensi untuk kreatif, dengan berbagai macam bentuknya. Namun untuk lebih mengoptimalkan dan mengembangkan kreativitas lebih lanjut, maka diperlukan peran lingkungan  untuk merangsang dan lebih mengembangkan kreativitas yang sudah ada. Lingkungan (dalam hal ini orang tua dan guru di sekolah) berperan penting untuk mengembangkan dan mengoptimalkan potensi-potensi kreatif pada anak.
DAFTAR PUSTAKA
Munandar, Utami. (1992). Mengembangkan Bakat dan Kreativitas Anak Sekolah. Jakarta: Gramedia Widyasarana Indonesia.
Pamadi, Hadjar & Sukardi, Evan. (2009). Seni Keterampilan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka.
Pipit .(2010). Seni Melipat Memacu Kreativitas Otak. Jakarta.
http://www.pengertianahli.com/2013/11/pengertian-kreativitas-menurut-para-ahli.html
http://ramlimpd.blogspot.com/2010/10/faktor-pendukung-dan-penghambat.html

Sabtu, 15 November 2014

Manusia dan Kegelisahan

Manusia

Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda dari segi biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. Secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo sapiens (Bahasa Latin yang berarti "manusia yang tahu"), sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi. Dalam hal kerohanian, mereka dijelaskan menggunakan konsep jiwa yang bervariasi di mana, dalam agama, dimengerti dalam hubungannya dengan kekuatan ketuhanan atau makhluk hidup; dalam mitos, mereka juga seringkali dibandingkan dengan ras lain. Dalam antropologi kebudayaan, mereka dijelaskan berdasarkan penggunaan bahasanya, organisasi mereka dalam masyarakat majemuk serta perkembangan teknologinya, dan terutama berdasarkan kemampuannya untuk membentuk kelompok dan lembaga untuk dukungan satu sama lain serta pertolongan.

Gelisah

“Gelisah”, inilah salah satu jenis penyakit yang sering kali menyerang pertahanan hati. Gelisah merupakan penyakit hati  yang banyak menyerang manusia, baik orang tua maupun para generasi muda.
Gelisah merupakan salah satu  penyakit hati yang sangat berbahaya. Satu penyakit hati ini saja mampu memberikan berbagai efek negatif dalam kehidupan seseorang. Karena gelisah, seseorang dapat terjerumus kepada pelarian yang tidak semestinya, seperti malas belajar dan sekolah, malas bekerja,  minum minuman yang memabukkan dan menggunakan obat-obatan terlarang (miras), terjerumus pada seks bebas, terdampar dalam dunia diskotik  yang penuh dengan maksiat, dan berbagai sarana pelarian lainnya yang mengandung unsur-unsur maksiat. Jadi, satu penyakit hati ini saja dapat menimbulkan berbagai macam efek negatif dalam kehidupan seseorang, minimal akan menurunkan dan atau menghilangkan prestasinya, dan maksimal akan melemparnya ke limbah maksiat dan dosa.
Gelisah, memang satu penyakit hati yang sangat berbahaya namun hampir tidak pernah dipertimbangkan oleh kebanyakan manusia. Karena, biasanya mereka sudah memiliki cara masing-masing untuk menghilangkan gelisah tersebut. Ada yang menghilangkannya dengan cara-cara yang sesuai atau tidak melanggar syariat, namun banyak pula yang menghilangkan penyakit tersebut dengan cara-cara yang menyimpang dari syariat. Akibatnya, gelisah mereka hilang, dosa pun menerkam.
Allah swt telah menciptakan dan menganugerahkan hati bagi manusia sebagai salah satu perangkat kehidupan yang sangat vital, yang akan membantu melihat dan mendengar seruan Allah swt, yang akan membantunya dapat merasakan apa yang tengah dirasakan oleh orang lain. Namun, kita juga mengetahui bahwa segala sesuatu itu ada, tiada, terjadi, dan tidak terjadi hanya karena Allah swt. Dari sana, kita juga tahu bahwa Allah swt-lah yang telah menciptakan penyakit, dan Allah swt-lah yang memiliki penawarnya. Dan satu-satunya penawar yang paling efektif dan tidak bertentangan dengan syariat Islam untuk menangkal atau mengobati penyakit gelisah adalah dengan cara selalu mengingat Allah swt, sebagaimana telah dikatakan dengan jelas oleh Allah swt di dalam Al Quran, yang artinya:
“(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)
Dalam ayat di atas, Allah swt telah dengan tegas dan jelas mengatakan bahwa “… hanya dengan mengingat Allah swt-lah maka hati akan menjadi tenteram”. Maka tidak ada lagi penawar dan penangkal yang lebih baik dan lebih barakah lagi selain dengan cara mengingat Allah swt. Lalu, bagaimanakah yang dimaksud dengan mengingat Allah swt tersebut?

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk mengingat Allah swt, misalnya berdzikir, sholat, mempelajari dan membaca Al Quran serta mengamalkannya, senantiasa bersyukur kepada Allah swt, meyakini pertolongan Allah swt, dan perbanyak merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt yang terdapat di alam semesta maupun fakta sejarah.

Sebab-sebab Orang yang Gelisah :

·         1 Gelisah terhadap dosa-dosa dan pelanggaran ( yang telah dilakukan )
·         2 Gelisah terhadap hasil kerja ( tidak memenuhi kepuasan spiritual)
·         3 Takut akan kehilangan milik ( harta dan jabatan )
·         4 Takut menghadapi keadaan masa depan ( yang tidak disukai )



1. Dzikrullah (dzikir kepada Allah swt)

Dzikir kepada Allah swt merupakan salah satu cara yang sangat ampuh agar selalu  mengingatkan kita kepada Allah swt. Kenapa demikian? Karena, dzikir dapat dilakukan kapanpun dan dimanapun (kecuali ketika tengah berada di dalam toilet atau sedang buang air), serta oleh siapapun (tua maupun muda, laki-laki maupun perempuan, sedang berhadats maupun dalam keadaan suci).
Dzikir juga merupakan salah satu amalan yang sangat mudah dan ringan untuk dikerjakan, dapat dilakukan di dalam hati maupun disuarakan dengan lisan. Dzikir ini pun tidak diikuti aturan mengenai batas minimal atau maksimal untuk melakukannya, intinya adalah niat dan keikhlasan kita.
Mengingat Allah swt melalui berdzikir dapat dilakukan dengan cara mengucapkan kalimat-kalimat thoyyibah (seperti, astagfirullaahal’adhim, subhanallah, alhamdulillah, Laa ilaa ha Illallah, Allahu Akbar) secara lisan maupun di dalam hati berulang-ulang dan terus-menerus, sebanyak yang kita mampu.
Dzikir merupakan salah satu media untuk mengingat Allah swt dalam segala aktivitas (kecuali pada saat buang air atau sedang berada di dalam toilet), ketika berbaring, duduk, maupun berdiri.
“… Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah(berdzikir) hati menjadi tenteram.” (QS. Ar Ra’du : 28)
Satu hal yang harus diingat adalah, untuk dapat selalu mengingat Allah swt dan berhasil menghapus atau menangkal rasa gelisah, dzikir tidak hanya dilakukan sebatas ucapan lisan dan atau hati saja. Dzikir kepada Allah swt merupakan rangkaian aktivitas yang melibatkan segenap hati, lisan, dan juga perbuatan. Tanpa bersatunya ketiga aspek tersebut, maka sulit pula atau bahkan tidak mungkin bagi hati kita untuk bersatu dengan Allah swt.

2. Sholat

Sholat yang merupakan ibadah paling utama bagi umat muslim juga merupakan salah satu sarana penangkal dan penawar berbagai macam penyakit hati yang bersarang di dalam dada manusia. Jelas saja, sholat merupakan ibadah yang totalitas hanya mengingat kepada Allah swt, yang secara total juga hanya diisi dengan kalimat-kalimat dzikrullah, ayat-ayat Allah swt.
“Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)
Sholat merupakan aktivitas komunikasi langsung dengan Allah swt, Zat yang menggenggam dan menguasai segala hati, yang menciptakan penyakit dan yang menyembuhkannya tanpa rasa sakit. Jika seseorang telah terhubung dan berkomunikasi dengan Allah swt secara langsung dalam sholat yang khusyuk, maka mustahil baginya terserang penyakit gelisah. Karena gelisah menyerang hati, dan Allah swt-lah yang menggenggam dan menguasai segala hati.

3. Membaca, mempelajari, dan mengamalkan Al Quran

“ Allah telah menurunkan perkataan yang paling baik (yaitu) Al Quran yang serupa (mutu ayat-ayatnya) lagi berulang-ulang , gemetar karenanya kulit orang-orang yang takut kepada Tuhannya, kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah. Itulah petunjuk Allah, dengan kitab itu Dia menunjuki siapa yang dikehendaki-Nya. Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, niscaya tak ada baginya seorang pemimpinpun.” (QS.Az Zumar : 23)
“… kemudian menjadi tenang kulit dan hati mereka di waktu mengingat Allah …”, itulah janji Allah swt kepada hamba-Nya senantiasa mengistiqomahkan diri mereka untuk selalu membaca, mempelajari, dan merenungi ayat-ayat Al Quran secara terus-menerus.
Di sinilah, salah satu nilai pentingnya mengamalkan dan membaca Al Quran secara kontinyu. Karena, Al Quran merupakan kitab yang berisikan kalimat-kalimat yang penuh dengan kebaikan, ayat-ayat Allah swt yang telah diturunkan di bulan yang penuh dengan barakah, bulan Ramadahan, maka tidak heran dan tidak perlu lagi untuk diragukan bahwa Al Quran akan menjadi penenang hati-hati yang membacanya, bahkan bagi para pendengarnya, sebagaimana firman Allah swt di dalam Al Quran, yang artinya:
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya, bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhanlah mereka bertawakkal”. (QS. Al Anfal : 2)
Senantiasa basahi lidah dan jiwa kita dengan lantunan kalimat-kalimat Allah swt yang termuat di dalam Al Quran, niscaya ketenangan jiwa akan menjadi milik kita.

4. Bersyukur Kepada Allah swt

“Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumatkan, Jika kamu bersyukur akan karuniaKu, pasti Aku tambah untukmu, jika kamu ingkar, sesungguhnya azabKu sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7)
“Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya melimpah ruah dari segenap tempat, tetapi (penduduk) nya mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena itu Allah merasakan kepada mereka pakaian kelaparan dan ketakutan, disebabkan apa yang selalu mereka perbuat”. (QS. An Nahl : 112)
Kedua ayat di atas telah memberikan gambaran mengenai peranan rasa syukur kepada Allah swt. Pada QS. Ibrahim: 7, Allah swt telah mengatakan bahwa Allah swt akan menambahkan nikmat-Nya kepada orang-orang yang bersyukur atas segala yang telah mereka peroleh dan mereka miliki. Dan Allah swt akan mengazab orang-orang yang mengingkari nikmat Allah swt (tidak mau bersyukur) dengan azab yang sangat pedih.
Dan pada QS. An Nahl : 112, Allah swt telah memberikan gambaran kepada kita mengenai nasib orang-orang yang tidak mau bersykur atau ingkar kepada Allah swt. Allah telah mengazab mereka dengan kelaparan dan ketakutan.
Dari gambaran kedua ayat di atas, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa orang-orang yang senantiasa bersyukur akan memperoleh tambahan nikmat. Hal ini tentu saja akan menambah ketenangan bagi mereka yang memperolehnya. Atau boleh jadi nikmat yang ditambahkan itu berupa nikmat ketenangan jiwa yang selalu dicari-cari oleh kebanyakan atau seluruh manusia. Sedangkan bagi mereka yang ingkar atau tidak mau bersyukur, maka Allah swt akan mengazab mereka dengan azab yang sangat pedih. Pada surah An Nahl : 113, Allah swt telah mengazab orang-orang semacam ini dengan kelaparan dan ketakutan.
Kalau seseorang telah mendapat azab dari Allah swt, baik berupa kelaparan, kehausan, kemiskinan, kebodohan, ketakutan, atau azab dalam bentuk apapun, maka mustahil bagi mereka untuk merasakan ketenangan dalam hidupnya.

5. Yakinlah akan pertolongan Allah swt

“Masalah”… Ya, “masalah”, itulah yang menjadi pemicu utama timbulnya kegelisahan dalam jiwa seseorang. Banyak sekali manusia, bahkan mungkin hampir setiap manusia akan merasakan penyakit gelisah ini manakala dihadapkan pada suatu permasalahan. Rasa takut terhadap berbagai masalah yang menimpanya. Takut tidak dapat menyelesaikannya. Takut tidak ada yang akan menolongnya keluar dari masalah tersebut.
Di sinilah, hendaknya kita mulai untuk yakin kepada Allah swt. Ya, sebagai seorang muslim hendaknya kita mulai menanamkan secara mendalam di dalam jiwa kita bahwa Allah swt adalah satu-satunya pemberi petunjuk dan pertolongan yang terbaik bagi umat-Nya. Dan satu hal lagi yang wajib kita yakini adalah bahwa pertolongan Allah swt itu dekat kepada umat-Nya.
Dengan meyakini bahwa pertolongan Allah swt itu dekat, maka kegelisahan pun niscaya akan hilang. Karena kita tahu dan yakin bahwa Allah swt pasti akan menolong hamba-Nya yang membutuhkan.
“Dan Allah tidak menjadikan pemberian bala bantuan itu melainkan sebagai khabar gembira bagi (kemenangan)mu, dan agar tentram hatimu karenanya. Dan kemenangan itu hanyalah dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana”. (QS. Al Imran : 126)
“bilakah datangnya pertolongan Allah?”. Ingatlah, sesungguhnya pertolongan Allah itu amat dekat”. (QS Al Baqarah : 214).

6. Merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt

Satu hal lagi yang harus dilakukan untuk menghilangkan gelisah dan memperoleh ketenangan batin adalah dengan jalan selalu merenungi tanda-tanda kebesaran Allah swt.
Allah swt telah menciptakan alam ini dengan kekuasaan-Nya yang luar biasa. Dan di sanalah terdapat beraneka tanda-tanda kekuasaan-Nya bagi orang-orang yang mau berpikir dan merenungkannya. Di sana ada siang dan malam yang terus silih-berganti dengan waktu yang tetap, siapa yang memberikan jadwal? Di sana ada planet-planet yang beredar di garis edarnya masing-masing dan tidak pernah berenturan ataupun berebutan, siapa yang mengaturnya? Di sana ada langit yang luas luar biasa mengambang tanpa penyanggah, siapa yang menopangnya? Di sana ada buah duriann matang yang manis rasanya, siapa yang menaburinya dengan gula? Di sana ada buah kelapa muda yang jika dibelah ada airnya yang sangat segar, siapa yang menuangkannya? Berikut firman Allah swt di dalam Al Quran:
“Kami akan memperlihatkan kepada mereka tanda-tanda (kekuasaan) Kami di segala wilayah bumi dan pada diri mereka sendiri, hingga jelas bagi mereka bahwa Al-Quran itu adalah benar. Tiadakah cukup bahwa sesungguhnya Tuhanmu menjadi saksi atas segala sesuatu?” (QS. Al Fushshilat : 53)
“Dan Dia lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. Dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan”. (QS. Ar Ra’du : 3)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, silih bergantinya malam dan siang, bahtera yang berlayar di laut membawa apa yang berguna bagi manusia, dan apa yang Allah turunkan dari langit berupa air, lalu dengan air itu Dia hidupkan bumi sesudah mati(kering)nya dan Dia sebarkan di bumi itu segala jenis hewan, dan pengisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi; sungguh (terdapat) tanda-tanda (keesaan dan kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan “. (QS. Al Baqarah : 164)
“Dan Kami hamparkan bumi itu dan Kami letakkan padanya gunung-gunung yang kukuh dan Kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah)”. (QS. Qaf : 7 – 8)
“Dan Dia menancapkan gunung-gunung di bumi supaya bumi itu tidak guncang bersama kamu, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kamu mendapat petunjuk”. (QS. An Nahl : 15)
“Dan Kami telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan Kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran”. (QS. Al Hijr : 19)
“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal….” (QS. Ali Imran : 190)
Selain itu, kita juga dapat merenungi kebesaran-kebesaran Allah swt melalui fakta-fakta sejarah yang banyak diceritakan di dalam Al Quran dan Al Hadits.


sumber ide : 




Jumat, 14 November 2014

Manusia dan Keindahan

Keindahan berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah segala hasil seni, (meskipun tidak semua hasil seni indahl, pemandangari alam (pantai, pegunungan, danau, bunga-bunga di lereng gunung), manusia (wajah, mata, bibir, hidung, rambut, kaki, tubuh), rumah (halaman, ta13nan, perabot rumah tangga dan sebagainya), suara, warna dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan kebenaran.
Menurut The Liang Gie dalam bukunya “G,a-ris Besar Estetik” (Filsafat Keindahan) dalam bahasa Inggris keindahan itu diterjemahkan dengan kata “beautiful”, Perancis “beau”, Italia dan Spanyol “bello”, kata-kata itu ber¬asal dari- bahasa Latin “bellum”. Akar katanya adalah ”bonum” yang berarti kebaikan kemudian mempunyai bentuk pengecilan menjadi’ ”bonellum” dan terakhir dipendekkan sehingga ditulis “bellum”.

Keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah
Menurut cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualita abstrak dan sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful” (benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini kadang-kaang dicampuradukkan saja.

Keindahan seluas-luasnya
Menurut luasnya pengertian keindahan dibedakan menjadi 3, yaitu :
1. Keindahan dalam arti luas.
Selanjutnya The Liang Gie menjelaskan.bahwa keindahan dalam arti luas mengandung pengertian ide kebaikan. Misalnya Plato menyebut watak yang indah dan hukum yang indah, sedangkan Aristoteles merumuskan keindahan sebagai sesuatu yang baik dan juga menyenangkan.
Jadi pengertian yang seluas-Iuasnya meliputi :
• keindahan seni
• keindahan alam
• keindahan moral
• keindahan intelektual.
2. Keindahan dalam arti estetik murni.
Keindahan dalam arti estetik murni menyangkut pengalaman estetik seorang dalam hubungannya dengan segala sesuatu yang diserapnya.
3. Keindahan dalam arti terbatas dalam hubungannya dengan penglihatan
Keindahan dalam arti yang terbatas, mempunyai arti yang lebih disempitkan sehingga hanya menyangkut benda-benda yang dapat diserap dengan penglihatan, yakni berupa keindahan bentuk dan warna. keindahan tersusun dari berbagai keselarasan dan kebalikan dari garis, warna, bentuk, nada, dan kata-kata. Ada pula yang berpendapat bahwa keindahan adalah suatu kumpulan hubungan-hubungan yang selaras dalam suatu benda dan di antara benda itu dengan si pengarnat.

Nilai Estetik
Dalam rangka teori umum tentang nilai The Liang Gie menjelaskan bahwa, pengertian keindahan dianggap sebagai salah satu jenis nilai seperti halnya nilai moral, nilai ekonomi, nilai pendidikan, dan sebagainya. Nilai yang berhubungan dengan segala sesuatu yang tercakup dalam pengertian keindahan disebut nilai estetik. Dalam ”Dictionary of Sociology and Related Science” diberikan rumusan tentang nilai sebagai berikut : ”The believed Capacity of any object to saticgy a human desire. The Quality of any object which causes it be of interest to an individual or a group” (Kemampuan yang dianggap ada pada suatu benda yang dapat memuaskan keinginan manusia. Sifat dari suatu benda yang menarik minat seseorang atau suatu kelompok).
Hal itu berarti, bahwa nilai adalah semata-mata adalah realita psikologi yang harus dibedakan secara tegas dari kegunaan, karena terdapat dalam jiwa manusia dan bukan pada hendaknya itu sendiri. Nilai itu (oleh orang) dianggap terdapat pada suatu benda sampai terbukti letak kebenarannya.

Nilai Ekstrinsik Dan Nilai Instrinsik
Nilai itu ada yang membedakan antara nilai subyektif dan obyektif, Tetapi penggolongan yang penting ialah :
Nilai Ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (instrument / contributory), yakni nilai yang bersifat sebagai alat atau membantu.
Nilai Instrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan benda itu sendiri.
Contoh :
1. Puisi bentuk puisi yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai ekstrinsik. Sedangkan pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca melalui (alat benda) puisi itu disebut nilai instrinsik.
2. Tari, tarian Darmawulan – Minak Jinggo suatu tarian yang halus dan kasar dengan segala macam jenis pakaian dan gerak – geriknya.
Tarian ini merupakan nilai ekstrinsik,sedangkan pesan yang ingin disampaikan oleh tarian itu ialah kebaikan melawan kejahatan merupakan nilai instrinsik.
Kontemplasi Dan Ekstansi
Kontemplasi adalah dasar dalam diri manusia untuk menciptakan sesuatu yang indah yang merupakan suatu proses bermeditasi merenungkan atau berpikir penuh dan mendalam untuk mencari nilai-nilai, makna, manfaat dan tujuan atau niat suatu hasil penciptaan.
Ekstansi adalah dasar dalam diri manusia untuk menyatakan, merasakan dan menikmati sesuatu yang indah.
Manusia menciptakan berbagai macam peralatan untuk memecahkan rahasia gejala alami tersebut. Semuanya ini dilakukan dan hanya bisa terjadi berdasarkan resep atau pemikiran pendahuluan yang dihasilkan oleh kontemplasi. Siklus kehidupan manusia dalam lingkup pandangan ini menunjukkan bahwa kontemplasi selain sebagai tujuan juga sebagai cara atau jalan mencari keserba sempurnaan kehidupan manusia.

Kesimpulan

Manusia setiap waktu memperindah diri, pakaian, rumah, kendaraan dan sebagainya agar segalanya tampak mempesona dan menyenangkan bagi yang melihatnya. Semua ini menunjukkan betapa manusia sangat gandrung dan mencintai keindahan. Seolah-olah keindahan termasuk konsumsi vital bagi indera manusia. Tampaknya kerelaan orang mengeluarkan dana yang relatif banyak untuk keindahan dan menguras tenaga serta harta untuk menikmatinya, seperti bertamasya ke tempat yang jauh bahkan berbahaya, hal ini semakin mengesankan betapa besar fungsi dan arti keindahan bagi seseorang. Agaknya semakin tinggi pengetahuan, kian besar perhatian dan minat untuk menghargai keindahan dan juga semakin selektif untuk menilai dan apa yang harus dikeluarkan untuk menghargainya, dan ini merupakan kebanggaan tersendiri bagi orang yang dapat menghayati keindahan. Tergantung pada manusia itu sendiri. Jika dia melakukan sesuatu baik baginya dan orang disekitarnya hal itu lah yang dapat disebut dengan sebuah keindahan.