Pada dewasa ini, banyak perusahaan yang sudah mencapai
puncak dari tujuannya. Bahkan sudah beranjak ke tujuan-tujuan lain yang
bersangkutan dengan perkembangan dari tujuannya sebelumnya. Perusahaan yang
berhasil atau dapat dikatakan baik jika perusahaan itu memiliki knowledge yang memadai untuk saling
bersaing. Persaingan ini oleh Peter F. Drucker disebut sebagai “Knowledge to Knowledge Competition”. Artinya
individu, organisasi atau perusahaan yang unggul dalam knowledge, akan unggul dalam persaingan.
Saya akui, memang dijaman sekarang ini tepatnya tahun 2016
ini teknologi adalah segala-galanya. Banyak yang beranggapan bahwa jika kita
menguasai teknologi maka kita bisa menguasai dunia. Yah, saya sendiri tidak bisa
menyalahkan pendapat yang seperti itu. Tapi untuk orang yang selalu berfokus
pada pemikiran seperti itu, bisa dikatakan dia memiliki pemikiran yang sempit.
Teknologi bukanlah sumber utama dalam bersaing. Siapapun relatif, dapat membeli
teknologi. Namun teknologi tanpa diiringi knowledge
tidaklah berarti apa-apa.
Bila kita berbicara knowledge
berarti kita berbicara belajar (learning).
Selanjutnya, bila berbicara belajar berarti kita berbicara “how the brain learn best”
Kerja sama (teamwork)
yang dibutuhkan adalah kerja sama antar- “knowledge”. Artinya kerja sama tim
tidak harus tim. Cukup hadirkan knowledge-nya
saja. Suatu manajemen yang baik dikarenakan kerja sama antar anggota ataupun
karyawannya dengan berbagai knowledge yang
berbeda pula. Tapi tetap dengan visi dan misi yang searah dengan tujuan
perusahaan, sehingga kerja sama tim bisa saling menguntungkan dan terbentuk
situasi saling membutuhkan (interpendensi)
satu sama lain
.
.
Lalu knowledge
juga berperan penting dalam pembentukan struktur organisasi. Contohnya Tom
Peters kiranya tidak keliru dengan prediksinya mengenai organisasi, khususnya
perusahaan, pada dekade 90-an dan awal abad XXI seperti yang ditulisnya dalam “liberation management”, 1992. Ia
memprediksi akan banyak perusahaan yang melakukan “de-organization” dan menghilangkan struktur organisasi yang kaku.
Bentuk organisasi yang banyak digunakan oleh orang dimasa mendatang adalah yang
disebut “Bonker Organization”,
organisasi yang tidak memiliki stuktur tetap, alias dinamis. Dengan knowledge,
struktur organisasi akan selalu berubah disesuaikan dengan tugas/pekerjaan yang
dihadapi. Untuk itu organisasi tidak perlu lagi besar ukurannya karena itu
hanya akan membuat organisasi menjadi lamban dan kaku.
Referensi:
Bahaudin, Taufik. (1999). Brainware Managenement; Generasi Kelima Manajemen Manusia. Jakarta:
PT Elex Media Komputindo
Name: Muhammad Alverdo (17514074)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar