Sabtu, 24 September 2016

Knowledge dalam Psikologi Manajemen Penting?

Pada dewasa ini, banyak perusahaan yang sudah mencapai puncak dari tujuannya. Bahkan sudah beranjak ke tujuan-tujuan lain yang bersangkutan dengan perkembangan dari tujuannya sebelumnya. Perusahaan yang berhasil atau dapat dikatakan baik jika perusahaan itu memiliki knowledge yang memadai untuk saling bersaing. Persaingan ini oleh Peter F. Drucker disebut sebagai “Knowledge to Knowledge Competition”. Artinya individu, organisasi atau perusahaan yang unggul dalam knowledge, akan unggul dalam persaingan.

Saya akui, memang dijaman sekarang ini tepatnya tahun 2016 ini teknologi adalah segala-galanya. Banyak yang beranggapan bahwa jika kita menguasai teknologi maka kita bisa menguasai dunia. Yah, saya sendiri tidak bisa menyalahkan pendapat yang seperti itu. Tapi untuk orang yang selalu berfokus pada pemikiran seperti itu, bisa dikatakan dia memiliki pemikiran yang sempit. Teknologi bukanlah sumber utama dalam bersaing. Siapapun relatif, dapat membeli teknologi. Namun teknologi tanpa diiringi knowledge tidaklah berarti apa-apa.

Bila kita berbicara knowledge berarti kita berbicara belajar (learning). Selanjutnya, bila berbicara belajar berarti kita berbicara “how the brain learn best

Kerja sama (teamwork) yang dibutuhkan adalah kerja sama antar- “knowledge”. Artinya kerja sama tim tidak harus tim. Cukup hadirkan knowledge-nya saja. Suatu manajemen yang baik dikarenakan kerja sama antar anggota ataupun karyawannya dengan berbagai knowledge yang berbeda pula. Tapi tetap dengan visi dan misi yang searah dengan tujuan perusahaan, sehingga kerja sama tim bisa saling menguntungkan dan terbentuk situasi saling membutuhkan (interpendensi) satu sama lain
.

Lalu knowledge juga berperan penting dalam pembentukan struktur organisasi. Contohnya Tom Peters kiranya tidak keliru dengan prediksinya mengenai organisasi, khususnya perusahaan, pada dekade 90-an dan awal abad XXI seperti yang ditulisnya dalam “liberation management”, 1992. Ia memprediksi akan banyak perusahaan yang melakukan “de-organization” dan menghilangkan struktur organisasi yang kaku. Bentuk organisasi yang banyak digunakan oleh orang dimasa mendatang adalah yang disebut “Bonker Organization”, organisasi yang tidak memiliki stuktur tetap, alias dinamis. Dengan knowledge, struktur organisasi akan selalu berubah disesuaikan dengan tugas/pekerjaan yang dihadapi. Untuk itu organisasi tidak perlu lagi besar ukurannya karena itu hanya akan membuat organisasi menjadi lamban dan kaku.

Referensi:
Bahaudin, Taufik. (1999). Brainware Managenement; Generasi Kelima Manajemen Manusia. Jakarta: PT Elex Media Komputindo

Name: Muhammad Alverdo (17514074)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar