Minggu, 26 November 2017

System Development

Disini saya akan mencoba menganalisis cara kerja serta pengembangan dari Brain Sport System:

1. System investigation
­Sistem investigation bisa diartikan sebagai aktivitas membuat atau mengubah sistem bisnis yang sudah ada. sebagai contoh yaitu brain sport system, kita ingin mengatahui dahulu? Kenapa kita membutuhkan sistem brain sport system. Karena dengan adanya sistem yang brain sport system kita dapat melatih kemampuan otak kita dengan stimulus-stimulus yang akan diberikan dalam sistem tersebut. Misalnya kita merasa kurang dalam hitung-hitungan, maka kita dapat memilih optional untuk melatih kemampuan berhitung di sistem tersebut.

2. Systems Analysis
Systems Analysis adalah proses menguraikan kembali apa keuntungan dan kerugian yang ditibumbulkan dalam sistem tersebut. Misalnya dalam brain sport system ini keuntungan yang didapat tentunya beragam. Kita dapat melatih otak kita sesuai apa yang kita rasakan dan tentunya dapat dilakukan dimanapun dan kapanpun karena berbasis software/aplikasi. Tentunya sistem ini dapat digunakan tanpa kita gunakan tanpa diketahui orang banyak. Namun kerugian dari sistem ini adalah sistem ini hanya melatih kemampuan dasar proses kognitif manusia, seperti kemampuan berhitung, menghafal dan melafalkan sesuatu dsb. Sistem ini tidak melatih kemampuan otak kita ke tahap yang lebih dalam.

3. Systems Design
Systems Design merupakan aktivitas menyelediki tetang bagaimana suatu sistem dapat memenuhi kebutuhan dari si pengguna sistem. Dalam brain sport system, untuk memenuhi kebutuhan customer serta membuat customer paham akan penggunaan sistem ini, tentunya sistem ini akan menggunakan beberapa fitur-fitur penunjuk (panah) yang diiringin dengan penjelasan kecil dengan bahasa yang dapat di ubah. Sistem ini akan menunjukkan langkah-langkah apa saja yang harus dilakukan customer jika ia ingin melatih kemampuan berhitung, menghafal dengan instruksi-instuksi yang singkat, jelas dan padat.

4. System Implementation
System Implementation adalah tahap dimana kita meletakan sistem agar sistem tersebut dapat di operasikan. Dalam tahap ini termasuk dalam biaya-biaya yang harus dikeluarkan dalam sistem ini, seperti mendaftarkan sistem ini kedalam app store, pc store, Mobo dsb. Setelah itu lalu dilihat apakah brain sport system ini dapat diterima oleh user atau malah sebaliknya. Selain itu untuk mengimplementasikan sistem ini ketahap berikutnya, diperlukan tenaga-tenaga operasional yang dapat mendistribusikan dan mengorganisasikan sistem ini, dan tentunya harus terlatih terkait dari masing-masing dari bidang sistem ini.

5. System Maintenance and Review
System Maintenance and Review adalah proses dimana kita mengecek dan memodfikasi kembali sistem yang dibuat jika terdapat bug atau kesalalahan sehingga sistem dapat berlanjut dan memenuhi kebutuhan konsumen. Misalnya pada brain sport system terdapat bug dimana saat tahap evaluasi akhir dari sistem (skor) muncul, skor akan keluar sama dengan testing sebelumnya. Sehingga tida nampak perubahan pada hasil tersebut. Padahal dari segi kuantitas dan kualitas lebih banyak soal yang terjawab dan benar namun skor yang ditampilkan masih sama seperti sebelumnya sehingga disinilah tugas dari sang programmer untuk melakukan maintenance untuk memperibaiki masalah ini, dari segi coding program maupun plugins yang ada pada sistem.

Rabu, 25 Oktober 2017

SIstem dalam Psikologi

System
Element
Goal
Inputs
Processing Elements
Outputs
Sistem Rekrutmen pekerja dengan situs penyedia lowongan kerja
1.   Biodata Perusahaan
2.   Job Description
3.   Job Spesification
4.   Kisaran gaji
1.    Update data secara berkala
2.    Pengolahan data untuk informasi pendaftar
1.   File pengumuman tentang pekerjaan
2.   Laporan data para pelamar pekerjaan
Memudahkan tugas dalam mencari pekerja secara masal dan seefektif mungkin serta menyediakan infromasi pelamar pekerjaan secara cepat dan tepat

Penjelasan:
       Sistem yang akan kami jelaskan yaitu mengenai sistem rekrutmen pekerja dengan situs penyedia lowongan kerja yang umumnya digunakan HRD (Human Resources Development) dalam mencari karyawan. Tujuannya dari sistem ini tentunya untuk memudahkan tugas HRD dalam mencari pekerja secara masal dan efektif serta menyediakan informasi para pelamar kerja secara cepat dan tepat.
      Tentu saja ada tahap-tahap yang harus dilewati dalam mewujudkan tujuan ini, yaitu input, dimana HRD yang bersangkutan harus memasukan biodata perusahaan, job description, job spesification serta kisaran gaji sebagai data masukan untuk perusahaan yang ia tawarkan. Setelah itu data yang telah di input akan diproses, sebagai contohmya update data yang di input secara berkala agar lowongan yang ditawarkan dapat dilihat oleh banyak orang dan megolah data untuk mengetahui informasi/menyaring informasi para pendaftar.
      Jika semua hal tersebut sudah dilakukan maka akan keluar output dalam bentuk file pengumuman tentang pekerjaan yang sudah dipublikasikan oleh pihak penyedia jasa lowongan kerja dengan detail yang sudah di input sebelumnya. Dan jika ada pelamar yang melamar pun akan ditampilkan pula laporan data dari pelamar tersebut.  Setelah semua hal-hal diatas selesai dilakukan barulah tujuan awal dari sistem ini dapat bekerja.

Sabtu, 30 September 2017

Sistem Informasi Psikologi

A. Pendahuluan
Dewasa ini, sering kita mendengar kata-kata tentang "sistem informasi" dalam kehidupan sehari-hari, apalagi dalam dunia perkuliahan. Saya rasa hal tersebut adalah hal yang sering kita dengar bahkan kita ucapkan saar ini. Namun penggunaan kata sistem informasi tidak sesempit itu, sistem informasi itu ternyata banyak jenisnya, mulai dari sistem informasi E-commerce, sistem informasi akuntansi dan bahkan yang akan saya bahas disini yaitu, sistem informasi psikologi. Pada blog ini, maka akan saya bahas satu persatu, apa itu sistem informasi psikologi secara mendalam.

Related image

B. Pembahasan
Mari kita definisi kan satu-persatu dahulu dari ketiga kata tersebut, mulai dari sistem. Menurut Gaol (2008) sistem adalah suatu kelompok unsur yang tergabung dalam tujuan umum dalam mencapai suatu tujuan/objektif. 
Sedangkan informasi adalah data yang sudah diolah menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi. Informasi juga dapat dikatakan bermanfaat jika manfaatnya lebih besar dibanding biaya untuk mendapatkannya (Kusrini & Koniyo, 2007).
Sekarang kita membahas pengertian psikologi. Mudah saja, pada intinya psikologi adalah ilmu yang mempelajari tentang jiwa, atau ilmu jiwa, psikologi juga dapat dikhususkan sebagai ilmu yang mempelajari tentang perilaku manusia.

Jadi dapat saya simpulkan disini, bahwa sistem informasi psikologi adalah pengolahan informasi yang bersifat mendukung pertumbuhan, perkembangan dan kemajuan dalam dunia psikologi dengan bantuan teknologi sebagai sarana untuk mempermudah tujuan dari ilmu psikologi itu sendiri.
Pada hakikatnya tujuan utama dalam sistem informasi psikologi itu:
1. Menentukan kelemahan-kelemahan dalam ilmu psikologi yang pada sistem yang bersifat manual/cara lama untuk menyesuaikannya dengan kebutuhan-kebutuhan serta sistem yang baru.
2. Menentukan layak atau tidaknya kebutuhan sistem tersebut dengan tinjauan beberapa aspek diantaranya, ekonomi, SDM, teknik, operasional dan hukum.

Referensi:
Fatta, H. A. (2007). Analisis dan perancangan sistem informasi untuk keunggulan bersaing persaingan perusahaan dan organisasi modern. Yogyakarta: Andi Offset.

Gaol, C. J. L. (2008). Sistem informasi manajemen. Jakarta: Grasindo.

Kusrini., Koniyo. A. (2007). Tuntutan praktis membangun sistem informasi akuntansi dengan visual basic dan microsoft  SQL server. Yogyakarta: Andi Offset.

Selasa, 04 Juli 2017

Resensi Film


Judul Film: Taare Zameen Par 
Genre: Drama, Edukasi 
Production: Aamir Khan 
Bahasa: India 
Tim Resensi:
1 Muhammad Alverdo 
2. Fuddy Prathama
3.Zulhendi Tri A.S

Cerita Singkat:
Ishaan Awasthi atau yang akrab dipanggil ishaan dalam film tersebut adalah seorang anak sekolah dasar yang mengidap disleksia yang artrinya kesulitan dalam membaca dan menulis. Ishaan dalam kesehariannya terlihat seperti biasa sebagai seorang anak pada umumnya. Ishaan adalah seorang yang penyendiri tetapi tetap akrab dengan ayah ibu dan kakaknya. Ishaan selalu di bully, di ejek dan ditertawai oleh teman-temannya pada saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, dikarenakan ishaan tidak pernah menjawab pertanyaan dengan benar oleh gurunya. Hingga ishaan pernah tidak naik kelas selama beberapa kali. Ayah ishaan adalah sosok yang egois, bisanya hanya marah-marah terhadap ishaan dan ibunya adalah sosok yang penyabar terhadap ishaan. Kemudian, setelah ayahnya tidak mampu lagi untuk mengurus ishaan, ishaan dipindah sekolahkan yang lokasinya jauh dari rumahnya dan sekolah tersebut merupakan asrama, dimana para siswa tinggal di sekolah tersebut. Guru-guru asrama tersebut sangatlah tidak mencerminkan sebagai seorang guru, mereka tidak sabar, selalu marah-marah bahkan ishaan selalu kena hukuman dari guru-guru tersebut. Tidak lama kemudian, ketika masuk jam seni (musik) disanalah ishaan bertemu dengan guru seni musik bernama Nikumbh yang diperankan oleh Aamir khan. Beliau adalah sosok guru yang sangat menyenangkan bagi muridnya. Hingga suatu ketika muridnya diberi tugas untuk menggambar, ishaan terlihat diam dan tidak menggambar apapun. Nikumbh awalnya tidak mengetahui jika ishaan mengidap disleksia, nikumbh menyelidiki ishaan dari segala sisi, tulisan, nilai, gambar-gambar yang telah digambar oleh ishaan serta melakukan wawancara terhadap kedua orangtua ishaan. Setelah semuanya telah ia lakukan, nikumbh mulai menyadari bahwa tulisan-tulisan yang ditulis oleh ishaan sangatlah aneh, terbalik-balik, dan sangat tidak jelas. Serta menilai gambar-gambar dari ishaan yang menurutnya gambar yang ishaan buat adalah sesuatu imajinasi yang sangat jauh untuk difikirkan oleh orang dewasa sekalipun. ayah ishaan awalnya tidak terima anaknya disebut sebagai abnormal, tetapi nikumbh tetap berusaha meyakinkan ayah ishaan untuk mempercayainya. Dan pada akhirnya orangtua ishaan mulai mencoba percaya kepada nikumbh untuk menyelidiki ishaan, dan menggali keunggulan ishaan dalam hal melukis. Lalu nikumbh mendatangi kepala sekolah untuk meminta agar ishaan tidak diberikan mata pelajaran apapun dari guru lain dan hanya nikumbh lah yang sangat berambisi untuk mengajarkan semua mata pelajaran kepada ishaan, dari mulai menulis di pasir, menulis menggunakan cat air, berbicara bahasa inggris dan lain-lain. Nikumbh berusaha meyakinkan kepala sekolah bahwa ishaan punya bakat khusus dalam bidang seni lukis. Lalu nikumbh mengadakan lomba melukis untuk semua siswa di sekolah tersebut. Dan sangat penuh kebanggan, ishaan dapat menggambar lebih baik daripada nikumbh. Dan selelah itu orangtua ishaan serta teman-temannya menjadi lebih baik kepada ishaan. 

Ini lukisan yang dibuat oleh Nikumbh 

Ini adalah lukisan yang dibuan oleh ishaan 


Aspek-aspek Psikologis:
  • Imajinasi anak yang tidak terbatas oleh indera. Seperti yang diungkapkan oleh Covey (dalam Denta, 2015), Imajinasi adalah alat manifestasi yang kuat. Imajinasi bertindak sebagai jembatan antara pikiran individual dan pikiran universal. Jembatan ini membuat kecerdasan mengalir diantara terbatas dan tidak terbatas, lokal dan non lokal 
  • Anak yang menderita disleksia, diseleksia berasal dari bahasa yunani, yaitu "dys" yang berarti "sulit dalam" dan "lex" (yang berasal dari legein, yaitu"berbicara"). Menurut Chandra dan Tim (2013), menderita disleksia berarti menderita kesulitan yang berhubungan dengan kata atau simbol-simbol tulis 
  • Anak yang berbakat, bakat menurut Sukardi (dalam Sunaryo, 2002), bakat merupakan suatu kondisi atau suatu kualitas yang dimiliki individu, yang memungkinkan individu itu untuk berkembang pada masa mendatang. 
Jenis Terapi yang digunakan: 
Play Therapy, menurut Razhiyah (2008) Play therapy digunakan sebagai psikoterapi bagi membantu mereka yang melakukan masalah trauma, keresahan dan masalah mental. Terapi bermain / play therapy adalah satu cara kanak-kanak meluahkan perasaan mereka dan mencari mekanisme yang dapat membantunya. Terapi bermain memberikan impak yang besar pada diri kanak-kanak karena ia memberi peluang pada kanak-kanak melibatkan diri dalam aktifitas yang tidak memberikan tekanan pada mental mereka. 

Referensi: 
Chandra, A., & Tim. (2013). Fresh update top no. 1 psikotes: Semua materi psikotes yang sering keluar, akan dikupas dalam 26 modul. Jakarta: Wahyumedia. 
Denta, A. (2015). Limitless abundance: Metode ilmiah yang ampuh untuk mewujudkan segala keinginan anda melalui penyelarasan diri dengan tujan mulia. 
Razhiyah, K.A (2008). Apa itu autisme?. Selangor: PTS publications & distributors. 
Sunaryo. (2002). Psikologi untuk keperawatan. Jakarta: EGC.

Kamis, 25 Mei 2017

Logo Therapy

Logo therapy, merupakan suatu metode yang dirancang oleh Victor Frankl. Dia lahir di Wina pada tahun 1905. Ia sendiri mempunyai hubungan yang cukup dekat dengan bapak psikologi dunia, yaitu Sigmund Freud. Kemudian ia bertemu dengan Adler dan psikologi individual. Karya terpenting diantara karya-karya yang dibuatnya adalah Logoterapi dan analisis eksistensial pada tahun 1946. Logoterapi berasal dari kata logos yang dalam bahasa Yunani berarti makna dan juga rohani (spirituality) dan terapi berarti penyembuhan atau pengobatan. Secara umum logoterapi dapat digambarkan sebagai corak psikologi yang mengakui adanya dimensi kerohanian pada manusia disamping dimensi ragawi dan kejiwaan, serta beranggapan bahwa makna hidup dan hasrat untuk hidup bermakna merupakan motivasi utama manusia guna meraih tahap kehidupan bermakna.

Dasar dari teorinya adalah "manusia melangkah melewati oedipus dan kompleks inferioritas". Frankl memperhatikan problem manusia kini dalam ketepusatannya pada sentimentalisme yang muncul akibat berkurangnya secara absolut arti hidup, seperti rasa-perasaan hampa yang sering kali dikaitkan dengan suatu sentimentalisme kekosongan batin. Inilah alasan mengapa Frankl bicara tentang kekosongan eksistensial.

Image result for logo terapi

Ini berbeda hal nya dengan hewan, manusia tidak memiliki impuls dan insting yang menunjukkan secara otomatis kepadanya apa yang harus diperbuat, dan berbeda dengan manusia masa lampau yang memiliki nilai-nilai serta tradisi tentang apa yang harus mereka perbuat. Maka sekarang ini banyak sekarang manusia yang bingung, atau bahkan tidak tau tentang apa yang harus mereka perbuat, mereka malah berhadapan dengan bahaya besar, mereka melakukan apa yang orang ingin lakukan dan melakukan apa yang dilalukan orang-orang dan menurut Frankl ini adalah Totalitarisme. Untuk itu lah dibuat Logoterapi, yaitu metode yang mengarah pada realisasi nilai-nilai, suatu psikoterapi yang berangkat dari roh , yakni kebutuhan spritual manusia.

Logoterapi berpegang pada pendapat bahwa ketegangan fundamental antara ada (essere) dan harus ada (devere essere) adalah esensi bagi manusia dan nervosi merupakan pelarian dari tanggung jawab. terbukti, 20% dari nervosi disebabkan oleh berkurangnya nilai, yakni kekosongan eksistensial. Dalam Logoterapi alat yang memungkinkan manusia untuk mencari dan memahami situasi tertentu adalah kesadaran, yang secara serentak ada sadar dan ada bertanggung jawab. Logoterapi berusaha psikologisme yang mereduksi segala-galanya kepada mekanisme psikis. Ada reduksi genetis (segalanya berasal dari mekanisme) dan pandetermenisme analitis, yang memberikan tempat kepada yang disebut furor analysandi.

Logoterapi memiliki tiga asas utama yaitu. Makna ada dalam setiap situasi dalam hidup. kebebasan berkehendak dan Manusia memiliki kemampuan dalam mengambil sikap terhadap penderitaan dan peristiwa tragis yang terjadi. ketiga asas ini berkaitan dengan eksistensi manusia yang ditandai pada logoterapi dengan kerohanian (spirituality), kebebasan (freedom), dan tanggung jawab.

Referensi:

Lippi, A. (2001). Salib dan penyembuhan. Yogyakarta: Kanisius.
Nuansa, G. (2008). Gambaran proses pencarian makna hidup pada penderita kanker serviks. Skripsi. Fakultas Psikologi. Universitas Indonesia.

Minggu, 23 April 2017

Mengapa Psikoterapi dalam Psikoanalisis menganalisa Psikopatologis berdasarkan Perkembangan Psikoseksual? Ini Alasannya!

Sebelum kita masuk kedalam pembahasan ini, alangkah baiknya kita mengetahui dulu. Apa yang dimaksud dengan Psikoterapi. Menurut Riyanti dan Prabowo (1998) psikoterapi adalah perawatan dan penyembuhan terhadap gangguan dan penyakit jiwa dengan cara yang lebih psikologis daripada fisiologis maupun biologis. Sebenarnya isitilah ini beberapa macam teknik yang kesemuaya itu dimaksudkan untuk membantu individu yang emosinya terganggu sehingga mereka dapat mengembangkan cara yang lebih bermanfaat untuk menghadapi orang lain. Teknik tersebut berupa psikoanalisis, humanistik, perilakuan, gestalt, analisis transaksional, rasional-emotif dan realitas. Pada tulisan ini akan dibahas mengenai psikoterapi dalam teknik psikoanalisis.

Seperti yang kita tahu, psikonanalisis dipelopori oleh Sigmund Freud (1856-1939). Sigmund Freud sendiri memandang psikopatologi sebagai masalah dalam perkembangan, yaitu terganggunya kepribadian individu pada saat melewati tahap-tahap psikoseksual. Bagi Freud, perkembangan kepribadian sebagai sesuatu yang kumulatif. Sehingga, gangguan pada masa awal perkembangan akan menjadi peristiwa traumatik yang berpengaruh sampai individu dewasa.

Paradigma psikoanalisis bisa dikatakan paling populer dalam bidang psikopatologi dan terapi. Sigmund Freud  yang dianggap sebagai bapak psikoanalisa membagi jiwa kedalam tiga bagian prinsipil, yaitu: id, ego, dan superego. Id hadir sejak kelahiran manusia yang menjadi bagian dari kepribadian yang membangun semua energi yang menggerakkan jiwa. Id memiliki dua insting, yaitu Eros dan Thanatos. Eros adalah kekuatan integratif hidup yang disebut libido atau energi seksual yang bergerak di atas prinsip kesenangan (pleasure principle). Ketika memasuki usia enam bulan, bagian kedua kepribadian tumbuh dalam diri manusia yang disebut ego. Tugas utamanya adalah berhubungan dengan realitas melalui fungsi-fungsi perencanaan dan membuat keputusan. Jadi, ego bergerak di atas prinsip kenyataan (reality principle). Bagian ketiga dari kepribadian adalah superego yang membawa standar moral masyarakat. Superego berkembang melalui resolusi dari konflik oedipal yang secara umum hal ini ekuivalen dengan apa yang disebut sebagai nurani atau kata hati (conscience). Hal ini membuat Freud beranggapan bahwa Psikopatologis sendiri dapat dianalisis berdasarkan perkembangan psikoseksual seseorang. Karena manusia memiliki ketiga prinsipil yang saling berhubungan. Hanya saja ada manusia yang bisa melewati tahap perkembangan psikoseksual berdasarkan tiga prinsipil tersebut dan ada pula yang tidak.

Related image

Psikopatologi menurut psikoanalisis ada beberapa jenis, yaitu :

  • Histeria
Histeria adalah gangguan fisik, misalnya lumpuh, tuli, buta, dll. Yang menjadi penyebabnya bukanlah faktor jasmaniah, tetapi faktor kejiwaan. Menurut Freud, hysteria adalah transformasi dari konflik-konflik psikis menjadi malfungsi fisik.

  • Fobia
Fobia adalah ketakutan yang tidak realistis. Freud memandang gangguan ini sebagai dampak dari kecemasan yang dialihkan, bisa jadi berupa kecemasan yang berkaitan dengan impuls seksual maupun kecemasan akibat peristiwa traumatis. Menurut Nevid, Rathus dan Greene (2005), hal yang aneh dalam fobia adalah biasanya melibatkan ketakutan terhadap peristiwa yang biasa dalam hidup, bukan peristiwa yang luar biasa. Orang yang mengalami fobia akan ketakutan dengan hal-hal yang biasa untuk oranglain sudah tidak dipikirkan lagi seperti naik elevator atau naik mobil di jalan raya.

  • Obsesi-kompulsif
Obsesi adalah ide tertentu yang selalu melekat pada diri seseorang sedangkan kompulsif adalah dorongan (bersifat paksaan dari dalam) untuk melakukan tindakan tertentu, yang sebenarnya tidak perlu, secara berulang-ulang. Menurut Tomb (2000), Penyebab gangguan obsesif-kompulsif tidak dikatehui, tetapi pada beberapa kasus tampak ada keterlibatan neuron serotonin sistem saraf pusat.

  • Ketergantungan pada alkohol dan obat-obatan
Menurut Freud ketergantungan seseorang pada alkohol maupun obat-obatan dilatar belakangi oleh insting kematian (thanatos) yang ada pada orang yang bersangkutan


Referensi:

Alwisol. (2004). Psikologi kepribadian. Malang: Universitas muhammadyah malang 
Nevid, J.S., Rathus, S.A., Greene, B. (2005). Psikologi abnormal: Edisi kelima jilid 1. Jakarta:Erlangga 
Tomb, D.A. (2000). Buku saku psikiatri: Edisi keenam. Jakarta: EGC
http://www.psychologymania.net/2010/04/paradigma-dalam-psikopatologi-psikologi.html

Sabtu, 18 Maret 2017

Sejarah Psyche

Psyche, Psyche yang selama ini dikenal, sebagai Jiwa, dalam ilmu Psikologi. Tapi dibalik nama tersebut terdapat sebuah kisah cinta yang dapat menggetarkan hati. Psyche adalah nama yang diangkat dari kisah Mitologi Yunani tentang kisah percintaan antara Psyche dan Cupid dalam karya inisiasis dari zaman Romawi. Cupid? Ya benar, Cupid sang dewa cinta.

Dikisahkan bahwa ada seorang raja yang memiliki tiga orang putri. Putri bungsunya bernama Psyche. Psyche adalah gadis muda cantik dan lugu. Dia sangat cantik sampai-sampai di daerahnya orang-orang menjadi berhenti menyembah Afrodit dan mulai menyembah Psyche sebagai dewi kecantikan.

Sebenarnya Psyche tidak menghendaki semua perhatian ini, tetap saja Afrodit marah karena kecantikannya tersaingi. Afrodit lalu memanggil Cupid (Eros), putranya. Afrodit menyuruh Cupid untuk membuat Psyche jatuh cinta kepada lelaki terjelek di dunia. Karena sudah terbiasa melakukan tugas seperti itu dari ibunya, Cupid pun langsung saja terbang mencari Psikhe.

Setelah melihat Psyche secara langsung, Cupid malah terpesona melihat kecantikan wanita itu dan tanpa sengaja menusuk tangannya sendiri dengan panah cinta. Alhasil Cupid malah jatuh cinta dengan Psyche. Karena kecintaannya pada Psyche Cupid tidak melaksanakan perintah dari Ibunya.

Setelah sekian lama menunggu, Ibunya sadar bahwa ada keganjilan yang terjadi. Kenapa Psyche belum mencintai satu orangpun meskipun ia telah menugaskan anaknya untuk membuat Psyche jatuh cinta pada laki-laki yang jelek. Akhirnya Afrodit langsung turun tangan. Ia mengutuk Psyche sehingga tidak ada seorangpun yang mau melamarnya.
Beberapa tahun berlalu, tidak ada seorang pun yang datang melamar Psyche sementara usianya sudah cukup untuk dia menikah. Orangtuanya cemas dan pergi ke Orakel untuk meminta nasehat. Orakel adalah sejenis biksu-biksu yang menjaga kuil yang biasanya mengetahui banyak hal-hal.

Cupid membuat Orakel berkata bahwa Psyche tidak ditakdirkan untuk menikahi seorang manusia, melainkan Psyche harus menikah dengan suatu makhluk yang tinggal di sebuah gunung.

Psyche dan Orangtuanya bersedih, karena menyangka Psyche ditakdirkan untuk menikah dengan seekor monster. Setelah perdebatan yang cukup panjang, Psyche akhirnya berhasil meyakinkan Orangtuanya untuk merelakan putri bungsu mereka mengikuti jalan yang telah ditentukan oleh takdir.

Saat sampai Psyche melihat sebuah hutan yang indah. Ia pun berjalan menembusnya, hingga ia sampai ke sebuah tanah lapang yang ditumbuhi rumput. Di tengah tanah lapang itu, terdapat sebuah rumah indah yang nampak seperti istana. Namun saat berjalan menuju kesana Psyche mendengar suara bahwa istana itu dibuat untuknya.

Saat malam tiba, dan Psyche sudah berada di dalam istana tersebut yang gelap. Psyche mendengar suara yang halus dan ramah, lalu dia ragu apakah ini monster yang ia dan Orantuanya maksud. Pada malam itupun mereka melakukan hubungan seksual dengan syarat keadaan harus gelap sehingga wajahnya Cupid tidak terlihat olehnya.

Setelah sekian lama, Psyche merindukan keluarganya dan bertemu dengan saudari-saudarinya.  Ketika tahu keadaan Psyche, saudari-saudarinya jadi iri. Mereka lalu berusaha membuat Psyche dan suaminya berpisah, dengan harapan sang suami tak dikenal nantinya akan menikahi mereka.

Mereka memanas-manasi Psyche. Menurut mereka, Psyche harus tahu identitas suaminya, karena bisa saja suaminya adalah monster, seorang monster tentu tidak ingin wajahnya dilihat. Mereka juga menyuruh Psyche membunuh suaminya itu jika memang monster. Malam itu, Psyche benar-benar melakukan yang dikatakan oleh kakak-kakaknya. Ia membawa sebuah lentera dan sebuah belati. Awalnya ia ragu, namun kata-kata kakaknya terus terngiang dan ia pun menyalakan lentera.

Saat melihat wajah sang dewa, Psyche merasa senang dan terkejut sehingga menumpahkan tetesan lentera yang ia bawa ke badan Cupid. Cupid merasa sakit sekaligus marah akibat perbuatan Psyche itu. Cupid pun langsung terbang begitu saja dan meninggalkan Psyche, yang hanya bisa menangis sendirian menyesali perbuatannya.

Lama Psyche menunggu suaminya. namun Cupid tidak lagi datang. Psyche pun meninggalkan istananya dan menemui kakak-kakaknya. Psyche menceritakan tentang kepergian suaminya dan langsung pergi lagi menjelajahi Yunani mencari keberadaan suaminya.

Setelah mendengar bahwa suami Psyche adalah dewa dan kini telah meninggalkan Psyche, kakak-kakak Psyche pun pergi ke bukit berbatu dan berharap akan dibawa ke istana sang dewa. Zefiros memang datang membawa mereka tetapi bukan ke istana melainkan ke jurang, dia lalu menjatuhkan mereka di sana sampai mati.

Disisi lain Psyche yang terus mencari suaminya dengan berbagai cara, termasuk menanyakannya langsung dengan Afrodit, yaitu Ibu dari Cupid. Namun karena Cupid masih kesal dengan Psyche, dia memberikan beberapa tantangan pada Psyche. Saat menyelesaikan tantangan terakhir, Psyche malah terkena kutukan akibat keinginannya membuka sebuah kotak kecantikan, dia berpikir dengan membuka kotak kecantikan, iya akan menjadi lebih cantik dan Cupid kembali kepadanya.


Tidak sesuai dengan harapan, kotak itu malah mengutuknya dan ia tertidur abadi. Namun kutukan itu akhirnya bisa terlepas setelah Cupid datang dan menghilang kan kutukan tersebut dan mencium Psyche. Saat tersadar Psyche sangat senang dengan apa yang ia lihat, suami tercintanya ada di hadapannya.

Cupid lalu terbang ke hadapan Zeus dan memohon supaya Psyche dijadikan abadi. Zeus setuju dan menyuruh Hermes membawa Psyche ke Olimpus. Begitu sampai di Olimpus, Psyche diberi minuman para dewa, ambrosia, dan menjadi abadi. Cupid and Psyche menikah dan memiliki anak bernama Hedone ("kesenangan"). Afrodit sendiri telah memaafkan Psyche bahkan dia ikut menari dalam pesta pernikahan mereka.

Referensi:
Black, Jonathan. (2015). Sejarah dunia yang disembunyikan. Tangerang: Pustaka Alvabet.
https://id.wikibooks.org/wiki/Mitologi_Yunani/Kisah_Cinta/Cupid_dan_Psikhe

Senin, 23 Januari 2017

Manajemen Sumber Daya Manusia

Manajamen sumber daya manusia, apa yang terlintas dalam pikiran anda jika mendengar atau melihat konsep tersebut? Mengatur manusia? Pengelolaan manusia? Atau lainnya? Untuk itu disini saya akan membahas tentang MSDM atau (Manajemen Sumber Daya Manusia)


Jadi apa itu MSDM? MSDM adalah sebuah bagian dari ilmu manajemen yang mempelajari hubungan antar manusia sebagai aset dan sumber daya perusahaan, serta bagaimana mengelolanya agar benar-benar dapat menjalankan tugas dan wewenang masing-masing dengan baik dan tidak terpaksa.

Seorang Manajer SDM adalah orang yang memiliki kemampuan untuk menggerakan orang lain (karyawan) untuk mencapai tujuan-tujuan yang ditetapkan dan tidak akan mungkin dapat dicapai apabila dilakukan sendirian. Dari sini kita mengetahui, bahwa seorang manajer SDM memiliki tugas yang tidak sedikit, dan memiliki pengaruh disetiap lini dan sub unit yang ada di perusahaan tersebut.

Lalu apa saja tujuan dari MSDM? Ada empat hal, yaitu sebagai berikut:

1. Tujuan Organisasi
Ditujukan untuk dapat mengenali keberadaan MSDM dalam memberikan kontribusi pada pencapain efektivitas organisasi. Disini para manajer harus bertanggung jawab terhadap kinerja karyawan dalam mencapai tujuan dari suatu perusahaan tersebut

2.Tujuan Fungsional
Ditujukan untuk mempertahankan kontribusi departemen pada tingkat yang sesuai dengan kebutuhan organisasi. Sumber daya manusia akan tidak berharga jika MSDM memiliki kualitas yang rendah. Semakin berfungsi setiap SDM nya, semakin memuaskan hasil yang didapat

3.Tujuan Sosial
Ditujukan untuk secara etisa dan sosial merespons terhadap kebutuhan-kebutuhan dan tantangan tantangan masyarakat dengan meminimalkan dampat negatif terhadap organisasi.

4. Tujuan Personal
Ditujukan untuk membantu karyawan dalam mencapai tujuannya, minimal tujuan-tujuan yang dapat mempertinggi kontribusi individual terhadap organisasi. Tujuan ini harus dipertimbangkan, jika tidak kepuasan kerja karyawan dapat menurun yang nantinya akan berdampak pada kinerja karyawan tersebut.

Berikut adalah penjelesan mengenai MSDM serta tujuan-tujuannya, semoga bermanfaat, terimakasih telah berkunjung :)

Referensi:
Murtie, Afin. (2012). Menciptakan SDM yang handal dengan training, coaching dan motivation. Jakarta Timur: Laskar Aksara

Senin, 16 Januari 2017

Pemecatan Terselubung

Pemecatan terselubung? Mungkin dari agak aneh mendengar kalimat ini, tapi nyatanya pemecatan seperti ini memang benar adanya. Biasanya dilakukan oleh perusahaan-perusahaan yang tidak kompeten dan tidak bertanggung jawab.

Jadi, apa yang dimaksud dengan pemecatan terselubung? Pemecatan terselubung adalah pemecatan yang sebenarnya diputuskan oleh 1 pihak saja karena alasan yang sebenarnya tidak logis.

Di Indonesia sendiri saya rasa banyak perusahaan yang menggunakan tekhnik licik seperti ini untuk memecat karyawannya. Tipe pemecatan ini memang rada unik, perusahaan tidak langsung memberitahukan pemecatan anda, namun bisa dibilang “mengerjai” anda. Bisa saja anda dipindahkan posisinya dimana anda tidak menguasai pekerjaan itu, sehingga kinerja anda buruk, dan perusahaan memiliki alasan untuk memecat anda.

Kemudian cara lain yang biasa dilakukan oleh perusahaan adalah dengan cara memberikan anda pekerjaan yang banyak sekali, sehingga anda merasa terbebani berlebihan, kemudian tidak ada pekerjaan yang selesai. Kembali kemenangan ada dipihak perusahaan, dan ada siap-siap untuk “didepak” dari perusahaan.

Cara ketiga adalah pihak perusahaan tidak memberikan pekerjaan apapun kepada karyawannya yang dianggap sudah tidak produktif lagi. Sehingga karyawan merasa jenuh sendiri lalu memutuskan untuk resign. Kembali skor menjadi 3-0 untuk perusahaan karena mereka tidak harus membayar pesangon kepada karyawan tersebut.

Jujur saja, ayah saya juga pernah mengalami hal ini. Bayangkan saja, ayah saya sudah sekitar lima tahun bekerja di perusahaan tersebut terlebih lagi, sudah banyak pencapaian yang ayah saya lakukan dalam tersebut, kami tidak tahu pasti alasannya mengapa perusahaan tempat ayah saya bekerja sampai melakukan hal tersebut. Yang pastinya, saat itu ayah saya diberikan beban 2x lipat dari biasanya serta lingkungannya yang penuh dengan pressure. Dari kabar yang beredar, perusahaan melakukan hal tersebut agar ayah saya mengundurkan diri dan perusahaan tidak harus membayar pesangon atas hal tersebut. Licik bukan? Cara pemecatan ini pun dipandang sebagai pemecatan yang subjektif, karena tidak ada kesalahan yang dilakukan oleh ayah saya yang memang sudah dapat dikatakan pro dalam pekerjaannya. Alhasil, ayah saya menyerah dengan situasi yang tersebut dan memutuskan untuk mengundurkan diri dari perusahaan tersebut.


Dari penjelasan diatas, sekiranya kita tahu dalam suatu perusahaan ternyata ada yang menggunakan cara Pemecatan terselubung untuk keuntungan sendiri. Alangkah baiknya bagi kita berdoa pada Allah SWT, agat terhindar dari hal-hal yang tersebut, karena pada dasarnya kita hanyalah orang-orang kecil yang tiada berdaya jika harus berhadapan dengan suatu perusahaan. Terimakasih sudah menyempatkan waktu untuk membaca artikel ini, mudah-mudahan bermanfaat.

Referensi:
http://febriansyah.blog.unas.ac.id/berita/beberapa-tipe-pemecatan/

Sabtu, 07 Januari 2017

Kepuasan Kerja

A. Pendahuluan
Kepuasan kerja adalah hal yang dibuhkan dalam suatu perusahaan maupun organisasi. Anda bayangkan saja ketika seorang merasakan kepuasan dalam bekerja tentunya orang akan berupaya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang dimilikinya untuk menyelesaikan tugas pekerjaannya. dengan baik. Dengan demikian produktivitas dan hasil kerja pegawai akan meningkat secara optimal. Individu yang bekerja pada suatu lingkungan atau institusi akan dipengaruhi oleh lingkungan tempatnya bekerja. Lingkungan tempatnya bekerja berupa budaya organisasi tempat bekerja yang akan berbeda-beda satu tempat dengan yang lain. Individu harus menyesuaikan perbuatannya dengan budaya organisasi tempatnya bekerja sebagai sebuah konsekuensi logis. Budaya organisasi dapat mempengaruhi kinerja individu didalamnya dan mempengaruhi kepuasan kerja individu (Dian Indri Purnamasari, 2008).

B. Teori
Menurut Stephen P. Robbins, hal yang menentukan kepuasan kerja antara lain, pekerjaan yang menantang, imbalan yang pantas kondisi kerja yang mendukung, rekan kerja yang mendukung dan kesesuaian antara kepribadian dengan pekerjaan dan faktor genetis. Jadi apa itu kepuasan kerja?

Tangkilasan (2005), mengungkapkan bahwa kepuasan kerja adalah tingkat kesenangan yang dirasakan seseorang atas peranan atau pekerjaannya dalam organisasi, sedangkan Handoko (dalam, Tangkilisan 2005), mengatakan bahwa kepuasan kerja atau (job satisfication) adalah keadaan emosional yang menyenangkan atau tidak menyenangkan dari para karyawan dalam memandang pekerjaan mereka.
Jadi berdasaran definisi yang dikemukakan para ahli diatas dapat disimpulkan bahwa kepuasan kerja adalah keadaan emosional yang menyenangkan yang dirasakan seseorang atas peranannya dalam pekerjaannya


C. Kasus
Ada 2 orang karyawan yang bernama A dan B, posisi mereka disini sama-sama bersifat fresh graduate. Karyawan A ditempat di suatu perusahaan yang bertaraf Internasional yang sudah memiliki standarisasi dalam mengelola karyawannya, Struktur yang jelas, gaji yang tinggi, serta orang-orang yang memiliki teamwork skill yang baik. Sedangkan karyawan B ditempatkan di sebuah perusahaan yang bisa dikatakan biasa-biasa saja. Setelah beberapa bulan karyawan A sudah dipromosikan ke tingkatan yang lebih tinggi di perusahaannya, sedangkan karyawan B masih di posisi yang sama, bahkan ia berencana untuk keluar dari perusahaan tersebut.

D. Analitis
Dari kasus diatas dapat kita lihat perbedaan yang signifikan dari kedua karyawannya karena perusahaan tempat mereka bekerja. Karyawan A karena di tempatkan disuatu perusahaan yang bertaraf Internasional yang memiliki pengelolaan yang baik memiliki kebanggaan tersendiri dalam dirinya, belum lagi ia digaji dengan gaji yang tinggi. Atas dasar itu lah ia puas dengan pekerjaannya dan melakukan pekerjaannya dengan sungguh-sungguh sehingga dalam waktu beberapa bulan ia dipromosikan ke tingkat yang lebh tinggi, sebaliknya karyawan B malah tetap di posisi yang sama dan berencana berhenti dari pekerjaannya karena perusahaan tempat B bekerja adalah perusahaan yang biasa-biasa saja. Gaji UMR, fasilitas yang tidak memadai, dan orang-orangnya yang memiliki skill yang umum. Wajar saja, untuk perusahaan yang biasa-biasa saja hal itu memang nyata adanya.

E Referensi 
Suyanto, M. (2006). Revolusi organisasi dengan memberdayakan kecerdasan spiritual. Yogyakarta: Andi Offset
Tangkilisan, H. N. S. (2005). Manajemen publik. Jakarta: PT Grasindo

Kamis, 29 Desember 2016

Senioritas dalam Organisasi dan Budaya Masyarakat

Sebelum membahas lebih dalam, saya ingin menjelaskan terlebih dahulu, apakah yang dimaksud dengan senioritas.

Senioritas adalah perbedaan status yang dikelompokkan berdasarkan usia dan jenjang pengalaman. Di Jepang contohnya, untuk menduduki suatu jabatan yang tinggi diperlukan lamanya pengalaman bekerja di suatu perusahaan atau organisasi yang sama. Sistem ini dinamakan Sistem Nenkō (年功序列) yang dibaca nenkō joretsu. Keuntungan sistem ini adalah memungkinkan para karyawan yang lebih tua untuk mencapai tingkat gaji yang lebih tinggi sebelum pensiun, dan mereka biasanya membawa lebih banyak pengalaman kepada jajaran eksekutif. Kerugiannya adalah sistem ini tidak mendukung suatu bakat-bakat atau keahlian yang sebenarnya dapat  dijajarkan dengan orang yang berpengalaman. Sistem ini juga tidak menjamin atau bahkan berupaya untuk menempatkan orang yang tepat pada pekerjaan yang tepat.

Related image

Nah lalu dibudaya Indonesia sendiri apakah kita masih menggunakan sistem seperti itu? Menurut saya tentu “masih”. Mungkin tidak harus saya jelaskan alasannya kenapa saya berpendapat demikian. Saya yakin anda juga tau maksud saya. Sudah banyak contoh-contohnya disekitar kita bukan?

Sekarang kembali ke pembahasan, sistem seperti ini “PENTING atau TIDAK?” Ya tentu penting. Sekarang begini saja, anda tahu kenapa Negara-negara di Asia terkenal dengan orang-orangnya yang ramah? Mungkin dapat saya katakan. Karena rasa saling hormat dengan sesama serta menghargai senior atau orang yang lebih tua. Lalu bagaimana dengan Negara barat disana? Terlihat jelas bukan perbedaannya dengan budaya Asia?  Sekarang saya ambil contoh dari bahasa yang universal dari Negara Barat, yaitu Bahasa Inggris. Untuk menunjuk/berbicara dengan seseorang yang sederajat  bahkan yang lebih tua, ungkapan “You” digunakan untuk semua tingkatan itu. Misalnya, Mom, I don’t understand what YOU talking about, indeed!”  Di Indonesia sendiri, jika kita berbicara dengan orang yang lebih tua, kita diajarkan untuk mengatakan untuk memanggil sebutan untuk usianya. Misalnya “Jika bapak mau, saya bisa membantu kok”. Atau di Jepang yang mengungkapkan sebutan seseorang dengan akhiran san, dono, dan sama. Misalnya anak kecil yang memanggil  orang yang lebih tua “etto, kore wa Alv-san no borupen desu ka? (apakah ini pulpen milik tuan Alv?).  Terlihat jelas bukan? Matumoto dan Juang (2004) mengatakan hubungan timbal balik antara budaya dan bahasa menunjukkan bahwa tidak ada satu pun budaya yang dapat dipahami tanpa memahami bahasanya, begitu pula sebaliknya. Melalui bahasa, kita dapat memahami bagaimana pola pikir manusia dari suatu budaya tertentu. Hal ini juga membantu kita untuk memahami bagaimana ia memandang dunia.

Selain bahasa,  di Negara Barat sana seperti Amerika dan Inggris, mereka menganggap semua orang itu sederajat. Kalau pun derajat nya berbeda itu soal kekuasaan. Di Asia perbedaan derajat umumnya karena pengalaman dan usia. Untuk orang Asia seperti kita, menghormati orang yang lebih tua/berpengalaman adalah hal yang wajib. Atas dasar itu lah mengapa orang Asia dicap sebagai orang yang ramah dan sopan. Dengan sesama saja kita diajarkan untuk saling menghormati, apalagi dengan orang yang lebih tua. Ini adalah kebudayaan yang sudah mendarah daging pada diri kita, namun banyak orang yang menolak tentang senioritas. Saya sendiri pun tidak menentang tentang adanya senioritas, yang saya tentang adalah oknum-oknum yang memanfaatkan senioritas sebagai alat untuk berkuasa. Untuk itu, perlu kita pahami arti dari senioritas yang sebenarnya, sehingga kita tahu bahwa senioritas adalah konsep untuk saling menghormati, bukan alat untuk saling menyakiti.

Referensi:
Tim Tangga Eduka.  (2015). Siap tempur SBMPTN saintek soshum 2016: Strategi dahsyat tembus PTN favorit.  Jakarta: Tangga Pustaka.
Sarwono, S. W. (2014). Psikologi lintas budaya. Jakarta: PT RajaGrafindo Persada.

Jumat, 18 November 2016

Job Enrichment

A. Pendahuluan
Job enrichment, untuk orang yang pernah ataupun masih berkecimpung di dunia manajemen ataupun organisasi, tentunya sudah tidak asing lagi mendengar istilah ini. Job enrichment hampir digunakan di semua aspek perusahaan. Pada dasarnya job enrichment dapat meningkatkan otonomi seseorang dalam mengatur pekerjaannya. Job enrichment juga berkaitan dengan kepuasan kerja seseorang, yang dimana kepuasan kerja memiliki peranan penting terhadap prestasi karyawan. Karyawan yang puas terhadap pekerjaannya akan memaksimalkan kemampuannya untuk pekerjaannya, sejalan dengan hal tersebut dia akan membuat suatu pencapain yang baik pula. Jika didefinisikan dari bahasanya, job enrichment berarti memperyakan pekerjaan. Tapi apa maksud dari memperkaya tersebut?

B. Teori
Menurut Geet, Mr and Mrs Deshpande (2009) Job enrichment means adding the duties and responsibilities which help to provide the employees for skill variety, task significance, task identitiy, autonomy and feedback on job performance 
Menurut Choudhary (2016) Job enrichment is a fundamental part of attracting, motivating, and retaining talented people, particularly where work is repetitive or boring.
Berdasarkan definisi para ahli diatas maka dapat disimpulkan bahwa job enrichment memiliki tujuan untuk mengembangkan potensi yang dimiliki seseorang dengan menambah bobot kerja seseorang menjadi lebih spesifik, agar lingkungan pekerjaan yang ia hadapi tidak cenderung repetitive.

Hasil gambar untuk job enrichment

C. Kasus
Contoh kasus yang dapat kita amati dalam job enrichment adalah saat ada seseorang yang bekerja sebagai technical support, dimana iya bertugas untuk membantu tekhnisi inti dalam menangani mekanisme alat-alat perusahaan yang ada. Suatu saat atasannya menginstruksikan agar orang tersebut di pindahkan kerjakan di tempat X. Namun bukan sebagai technical support, melainkan sebagai tekhnisi inti yang terjun langsung untuk mengawasi mekanisme alat-alat di tempat X. Sebelum diterjunkan di tempat X. Orang tersebut diberikan training terlebih dahulu agar ia mengetahui dan lebih mendalami tentang bagaimana cara menjadi tekhnisi inti yang baik.

D. Analitis
Dalam kasus ini, dapat kita ketahui, saat orang tersebut masih bekerja sebagai technical support, ia tidak berperan penuh dalam proses penyelenggaraan pekerjaannya tersebut. Kenapa? Karena pada dasarnya ia hanyalah seorang support. Yang bertanggung jawab menentukan jalan dan proses pengerjaannya adalah tekhnisi inti. Sebaliknya saat dia diberikan tugas untuk menjadi tekhnisi inti di tempat X, orang tersebut bisa menentukan bagaimana cara dan proses pengerjaannya akan berlangsung, tentu dengan tingkat kesulitan yang lebih rumit pula. Tapi dengan adanya training yang ia jalani sebelum menjadi tekhnisi inti di tempat X, tentu ia bisa menghandle pekerjaan baru yang ditugaskan padanya. Inilah yang dimaksud dengan job enrichment.

E. Referensi
Geet, S. D., Deshpande, A. D., Deshpande, A. A. (2009). Human resource management. India: Nirali Prakashan.
Choudhary, Supriya. (2016). Job enrichment.  A tool for employee motivation. International Journal of Applied Research 2016, 2(5), 1020-1024.

Rabu, 09 November 2016

Pengertian Upah Minimum Pekerja

Mungkin dari kita sering mendengar tentang istilah upah minimum, atau lebih dikenal dengan istilah UM. lalu apa itu upah minimum?


Hasil gambar untuk upah minimum

Upah minimum adalah salah satu bentuk perlindungan yang diberikan Pemerintah kepada pekerja/buruh. Upah minimum berfungsi sebagai jaring pengaman (safety net) agar upah pekerja tidak jatuh ke level terendah.

Pada dasarnya upah minimum untuk melindungi upah yang diterima oleh:
  • Pekerja yang berpendidikan rendah
  • Pekerja yang tidak memiliki skill
  • Pekerja lajang
  • Pekerja yang masa kerjanya kurang dari satu tahun
Lalu apa tujuan dari upah minimum? Tujuan ditetapkannya upah minimum adalah untuk menghindari kesewenangan pengusaha memberikan upah yang tidak layak. Di zaman sekarang ini, banyak sekali pengusaha-pengusaha yang memberikan upah pada karyawannya dengan semena-mena. Saya pribadi pernah mengalami hal demikian. Anda bayangkan saja, perhari nya saya digaji sebesar Rp. 40.000 rupiah. Parahnya lagi jam kerja yang ditetapkan oleh atasan saya waktu itu adalah masuk jam 09.00WIB s/d 10.00WIB. Ya memang saya bekerja disebuah coffee shop, sebuh saja TOMs n Jerrys Coffe. Anda bisa bayangkan, berapa gaji saya jika dihitung per-jamnya saat itu? Memang memilukan

Pada dasarnya upah minimum adalah upah bulanan terendah yang terdiri dari upah pokok temasuk tunjangan tetap. Upah minimum berlaku di setiap propinsi (UMP) dan kabupaten/kota (UMK). Dalam rangka upaya Pemerintah memberikan perlindungan pengupahan ditetapkan upah minimum yang berubah setiap tahunnya, dimana nilainya bergantung pada situasi dan kondisi perekonomian nasional. Presentasi kenaikan upah minimum di setiap daerah/wilayah itu berbeda-beda yang didasarkan pada beberapa aspek yaitu:
  1. Kebutuhan hidup minimum (KHM)
  2. Indek harga konsumen (IHK)
  3. Kemampuan perkemebangan dan kelangsungan perusahaan
  4. Upah pada umumnya yang berlaku di daerah tertentu dan antar daerah
  5. Kondisi pasar kerja dan tingkat perkembangan perekonomian dan pendapatan perkapita
Dari penjelasan yang saya kemukakan diatas, sekiranya teman-teman dapat memahami apa pengertian dari upah minimum, serta dapat memilah-milih perusahaan mana yang cocok dengan anda berdasarkan upah minimum yang berlaku/layak.

Terimakasih sudah menyempatkan diri untuk membaca artikel ini, semoga bermanfaat!

Referensi:
Adisu, Edytus. (2008). Hak karyawan atas gaji & pedoman menghitung: Gaji pokok, uang lembur, gaji sundulan, insentif - bonus - THR, pajak atas gaji, iuran pensiun - pesangon, iuran jamsostek/dana sehat. Jakarta: Forum Sahabat

Kamis, 03 November 2016

Teori Reinforcement, Teori Harapan, Teori Penetapan Tujuan dan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow beserta Implikasi praktisnya dalam Perilaku Organisasi

A. Pendahuluan


1. Reinforcement 
Reinforcement, adalah kata yang tidak asing di dengan oleh kita, terutama untuk orang berkecimpung di dunia psikologi. Teori ini diperkenalkan oleh Burhrhus Frederick Skinner (1994-1990). Istilah ini digunakan dalam suatu percobaan miliknya yang disebut dengan proses kondisioning operant. Sebenernya operant conditioning tidak jauh berbeda dari classical conditioning dari Pavlov. Keduanya terdapat stimulus dan respons tak terkondisi serta stimulus dan respons terkondisi.

2. Harapan
Mungkin dari kita pernah berfikir, apakah kita bisa hidup tanpa makanan atau minuman? Pernah ada seorang yang bijak berbincang-bincang dengan saya dan menanyakan pertanyaan demikian. Lantas apa jawaban kita pada umumnya? Jelas "tidak bisa". Manusia tidak bisa hidup tanpa adanya makanan ataupun minuman. Tapi apa jawaban beliau? "bisa". Kenapa? Manusia bisa hidup tanpa adanya makanan dan minuman. Tapi manusia tidak dapat hidup tanpa adanya harapan. Sejalan dengan itu, Victor H. Kroom, dalam bukunya yang berjudul "Work and Motivation" mengetengahkan suatu teori yang disebutnya sebagai teori harapan.

3. Penetapan Tujuan
Semua manusia pasti memiliki tujuan oleh sang pencipta, mengapa mereka diciptakan di bumi ini? Kenapa kita hidup sampai sekarang ini? Dan untuk siapa kita berjuang? Semua hal itu tersirat dalam tujuan manusia itu sendiri. Apa tujuan yang dipilih olehnya atau apakah dia menyadari tujuan dari hidupnya itu? Sejalan dengan penjelesan sebelumnya, ada sebuah teori yang mengedanpkan tentang bagaimana seseorang dapat menetapkan tujuannya. Teori penetapan tujuan atau goal setting theory awalnya dikemukakan oleh Dr. Edwin Locke pada akhir tahun 1960. Lewat publikasi artikelnya 'Toward a Theory of Task Motivation and Incentives' tahun 1968, Locke menunjukkan adanya keterkaitan antara tujuan dan kinerja seseorang terhadap tugas.

4. Hierarki Kebutuhan
Hampir semua orang pernah mendengar tentang teori ini, teori ini diperkenalkan oleh Abraham Maslow. Maslow menyusun teori motivasi manusia, dimana variasi kebutuhan manusia dipandang tersusun dalam bentuk hirarki atau berjenjang. Setiap jenjang kebutuhan dapat dipenuhi hanya jenjang sebelumnya telah (relatif) terpuaskan. Prinsip nya mudah saja dalam teori ini, kebutuhan pada tingkat yang lebih rendah harus relatif terpuaskan sebelum orang menyadari atau dimotivasi oleh kebutuhan yang jenjangnya lebih tinggi.

B. Teori

1. Reinforcement
Suatu strategi kegiatan yang membuat perilaku tertentu berpeluang untuk terjadi atau sebaliknya (berpeluang untuk tidak terjadi) pada masa yang akan datang. Respon operan yang mendapatkan reinforcement berpeluang untuk lebih sering terjadi (agar mendapat reinforcement yang diinginkan). Teori ini biasa digunakan oleh perusahaan atau organisasi untuk meningkatkan kinerja para karyawan/anggotanya, contoh kecilnya dengan pemberian bonus tambahan setiap mencapai target ataupun melebihi target tersebut.
Reinforcement terbagi menjadi dua jenis, yaitu reinforcement positif dan negatif. Reinforcement postif adalah pemberian sesuatu stimulus yang mengarahkan perilaku untuk meningkatkan kemunkinan terjadinya kembali perilaku tersebut, misalnya dengan pemberian reward setelah melakukan sesuatu. Sebaliknya, reinforcement negatif adalah dimana suatu stimulus/hal yang menyenangkan dihilangkan agar respon yang muncul tidak terulang lagi dimasa depan.

2. Harapan
Menurut Victor H. Kroom harapan merupakan suatu hasil yang diinginkan atau dicapai oleh seseorang dan perkiraan yang bersangkutan bahwa tindakannya akan mengarah pada hasil yang diinginkannya itu. Jika dinyatakan secara sederhana teori harapan berkata jika seseorang menginkan sesuatu dan harapan untuk memperoleh sesuatu itu cukup besar, yang bersangkutan akan sangat akan sangat terdorong untuk memperoleh hal yang diingingkannya itu. Dalam dunia perorganisasian, harapan menjadi pembangkit suatu kinerja seseorang untuk mencapai kinerja yang efektif dan efisien yang pastinya dapat menguntungkan kedua belah pihak.

3. Penetapan Tujuan
Teori penetapan tujuan menyatakan bahwa tingkat kesukaran tujuan tinggi menghasilkan kinerja yang tinggi atau tingkat kesukaran tujuan rendah menghasilkan kinerja yang rendah terhadap invidu yang memiliki kinerja tinggi. Meskipun demikian tingkat kesulitan tujuan yang tinggi menghasilkan frustasi terhadap individu yang memiliki kinerja rendah (Locke, Shaw, Snarl, & Latham, 1981). Kesimpulannya, dengan menunjuk individu untuk melakukan tugas yang rumit atau khusus, individu tersebut akan memiliki kinerja yang lebih baik daripada individu tersebut mengerjakan tugas yang dianggap biasa. Penelitian-penelitian yang didasarkan pada teori ini menggambarkan kemanfaatannya bagi organisasi. Manajemen Berdasarkan Sasaran (Management By Objectives =MBO) menggunakan teori penetapan tujuan ini. Berdasarkan tujuan-tujuan perusahaan, secara berurutan, disusun tujuan-tujuan untuk divisi, bagian sampai satuan kerja yang terkecil untuk diakhiri penetapan sasaran kerja untuk setiap karyawan dalam kurun waktu tertentu.

4. Hierarki Kebutuhan
Teori ini menyatakan bahwa pada dasarnya manusia memiliki lima kebutuhan yang harus terpenuhi agar ia dapat mengaktualisasi dirinya. Kebutuhan tersebut diantaranya adalah kebutuhan fisiologis, kebutuhan keamanan, kebutuhan sosial, kebutuhan status dan kebutuhan aktualisasi diri. Untuk bisa mengaktualisasi dirinya, manusia harus bisa memenuhi kebutuhan-kebutuhan dasar yang menopang kebutuhan lainnya. Jika kita kaitkan dengan perilaku organisasi, maka jelas terlihat agar seorang dapat mengakutalisasi dirinya dalam sebuah organisasi, maka kebutuhan-kebutuhan dasarnya harus terpenuhi dulu. Jika tidak, kinerja dari individu tersebut mungkin tidak akan maksimal karena tidak ada aktualisasi dari individu tersebut.

C. Kasus

1. Reinforcement
Sekarang saya ambil contoh disebut perusahaan yang bergerak dibidang pelayanan dan jasa, Grab. Seorang grab driver yang berjalan-jalan dikota X tanpa arah tujuan untuk mendapatkan pelanggan. Dia membutuhkan seseorang yang menggunakan jasanya untuk mendapatkan uang. Secara kebetulan dia melewati sebuah stasiun kota dan ada orderan masuk (orderan yang masuk merupakan stimulus tak terkondisi/UCS). Setelah beberapa kali diulang melewati stasiun tersebut driver tersebut menyadari bahwa dengan menyusuri jalan di didekat stasiun akan mendapat orderan. Atas kejadian ini, ketika driver tersebut sedang mencari pelanggan dia akan menyusuri stasiun tersebut.

2. Harapan
Untuk mengetahui implikasi praktis dari perilaku organisasi, saya ambil contoh seseorang yang bekerja sebagai staff HR. Dia ingin sekali ditempat kan di suatu bidang yang spesifik. Dia berharap agar bisa menjadi seorang manager HRD (Human Resource Development) yang menangani tentang pengembangan kinerja dari karyawan perusahaan tersebut. Lalu dia bersungguh sunggu dan mendalami semua ilmu-ilmu tentang pengembangan, mengikuti training, bahkan belajar untuk menjadi trainer yang handal.

3. Penetapan Tujuan
Didalam suatu organisasi atau kelompok belajar. Disana ada seseorang yang dianggap oleh teman temannya pintar diantara yang lain. Oleh karena itu, dia diberikan pembagian tugas-tugas yang rumit oleh rekan-rekannya. Namun nyatanya dia tetap bisa mengerjakan tugas yang diberikan oleh ketua kelompoknya dengan baik, bahkan lebih baik daripada tugas rekan-rekannya yang relatif biasa-biasa saja tingkat kerumitannya. Suatu saat, karena merasa tidak adil, ketua nya ingin membalikan situasi, dimana si pintar tadi diberikan tugas dengan perkara yang mudah, sebaliknya rekan-rekannya mendapatkan tugas yang relatif mudah. Hasilnya implikasi praktisnya dapat diketahui, rekan rekannya yang dianggap kurang pintar sekarang malah bisa mengerjakan tugasnya dengan lebih baik.

4. Hierarki Kebutuhan
Seorang pimpinan ingin mengembangkan perusahaannya agar dapat masuk kerana internasional. Untuk itu diperlukan kerja sama serta semangat kerja yang tinggi dari para anggotanya. Agar anggotanya memiliki semangat kerja yang tinggi, setiap sebulan sekali ia selalu mengadakan training serta wisata bersama anggota-anggotanya, belum lagi setiap ada anggota nya yang berhasil mencapai target, dia selalu memberika bonus. Ia juga selalu memperhatikan kesehatan para anggota-anggotanya. Alhasil, setelah beberapa bulan berlalu perusahaannya berhasil masuk ke rana internasional.

D. Analisis
1. Reinforcement
Perbuatan melewati stasiun tersebut disebut tingkah laku operant (respon tak terkondisi/UCR). Orderan yang masuk merupakan perilaku yang didapat merupakan reward karena melewati stasiun kota tersebut. Apabila driver tersebut melewati stasiun, driver Grab tersebut akan mendapat orderan. Dengan begitu driver tadi akan menghilangkan perilaku sebelumnya, yaitu berjalan-jalan dikota x tanpa arah tujuan (extinction). Karena tidak ada orderan yang keluar dari tindakan tersebut.

2. Harapan
Disini dapat kita simpulkan, harapan atau expectation memiliki implikasi dalam sebuah perilaku organisasi. Dengan harapan staff HR tersebut menjadi lebih termotivasi untuk melakukan yang terbaik agar dapat diangkat menjadi seorang manager HRD. Dari sebuah ekpektesasi memunculkan motivasi, motivasi membangkitkan suatu performance, performance yang baik akan menimbulkan sesuatu yang diharapkan menjadi lebih mudah dicapai.

3. Penetapan Tujuan
Ada lima prinsip dari Penetapan tujuan yang mencakup kejadian ini, yaitu kejelasan, challange, komitmen, umpan balik dan kompleksitas tugas. Sesuai dengan teori yang dikemukakan oleh Locke, tujuan yang cukup sulit, khusus dan yang pernyataannya jelas dan dapat diterima oleh tenaga kerja, akan menghasilkan unjuk-kerja yang lebih tinggi daripada tujuan-tujuan yang taksa, tidak khusus, dan yang mudah dicapai. Saat orang yang dianggap pintar tersebut diberikan tugas yang kompleks, ya dia bisa melakukannya dengan baik, dan menjadikan persepsi orang sekitarnya yang beranggapan kalau ia memang pintar pun menjadi kenyataan. Tapi nyatanya tidak demikian, rekan-rekannya yang lain pun yang dianggap biasa saja dapat melakukan tugas yang lebih baik saat diberikan tugas yang kompleks.

4. Hierarki Kebutuhan
Dari kasus diatas, dapat kita ketahui. Pimpinan tersebut melakukan pendeketan terhadap para anggotanya untuk mencapai tujuannya dengan menggunakan teori hierarki kebutuhan. Dia paham betul akan kinerja anggotanya sangat dipengaruhi oleh hal tersebut. Yang kaitannya termasuk ke dalam dua faktor penting, yaitu faktor dissatiesfiers dan faktor motivator. faktor dissatiesfiers adalah faktor yang mempertahankan atau menjaga motivasi anggotanya jika faktor tersebut diberikan secara tepat. Jika tidak tepat kinerja anggotanya akan cenderung menurun. sementara itu faktor motivator merupakan faktor penting yang dapat memberikan motivasi kerja bagi para anggotanya.

E. Referensi

Basuki, A. M. H. (2008). Psikologi umum. Jakarta: Universitas Gunadarma
Danumiharja, Mintarsih. (2014). Profesi tenaga kependidikan. Yogyakarta: Deepublish
Purwanto, Djoko. (2006). Komunikasi bisnis: Edisi ketiga. Jakarta: Erlangga